staradio5G – Teman Tangerang, penyelesaian banjir membutuhkan lebih dari sekadar pada titik genangan. Pembenahan aliran sungai, mulai dari pendangkalan sampai penyempitan, merupakan bagian penting dengan mengurangi risiko banjir secara berkelanjutan. Maka sebab itu, Pemerintah Kota yaitu (Pemkot) Tangerang terus mendukung kerja sama lintas pemerintahan supaya persoalan banjir bisa ditangani dari akar permasalahannya. Janji itu ditunjukkan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, di saat mendampingi Menteri Pekerjaan Umum yakni (PU), Dody Hanggodo, serta Gubernur Banten, Andra Soni, melakukan telusur Sungai Angke, Jumat (30/10). Pengawasan itu merupakan telusur sungai pertama untuk Menteri PU sekaligus kesempatan dalam melihat langsung kondisi sungai serta menemukan sebagian persoalan yang berkemungkinan menyebabkan banjir, (02/11/26).
Demikian dengan menggunakan perahu karet, rombongan menelusuri aliran Sungai Angke sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer, mulai dari kawasan Perumahan Ciledug Indah 2 sampai Bendung Polor, Cipondoh. Untuk pengawasan itu, sebagian titik rawan banjir merupakan perhatian, terutama kondisi pendangkalan serta penyempitan aliran sungai yang memengaruhi kapasitas tampung air. Sachrudin, memuji perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten yang turun langsung melihat kondisi di lapangan. Menurutnya, pengawasan itu merupakan langkah penting dalam menyamakan pandangan sekaligus mendukung penyelesaian yang lebih terarah melewati kerja sama seluruh pihak, mengingat persoalan Sungai Angke berdampak terhadap sebagian wilayah.
“Terima kasih kepada Menteri PU dan Gubernur Banten beserta jajaran yang telah turun langsung ke Kali Angke. Ini pertama kalinya Pak Menteri melakukan susur sungai. Aliran Kali Angke ini merupakan salah satu kawasan rawan banjir, dengan lebih dari tujuh titik yang perlu mendapat perhatian. Secara teknis tadi juga sudah disampaikan Pak Menteri. Dengan kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan, mudah-mudahan persoalan ini bisa kita atasi bersama,” ujar Sachrudin.
Kemudian, dari hasil pengawasan, Menteri PU, Dody Hanggodo, menemukan dua persoalan penting yang perlu menjadi didahulukan penanganan, yaitu pendangkalan sungai yang membutuhkan penataan ulang serta penyempitan alur sungai yang perlu diperlebar supaya kapasitas sungai bisa kembali maksimal.
“Jadi ada dua hal, satu pendangkalan, kita mesti normalisasi. Kemudian penyempitannya mesti diperlebar, menurut saya lumayan parah. Kita sedang kerjakan dan sudah saya instruksikan dua hal itu, supaya sungai ini dikembalikan kepada kapasitas semulanya. Untuk titik paling utama menurut saya di sini (Bendung Polor),” jelas Dody kepada awak media.
Selanjutnya, Gubernur Banten, Andra Soni menekankan, penyelesaian Sungai Angke membutuhkan kerja sama lintas wilayah karena dampaknya tak hanya dirasakan masyarakat Kota Tangerang, namun juga Tangerang Selatan sampai Jakarta. Menurutnya, permasalahan satu aliran sungai harus diselesaikan secara bersama supaya usaha pengendalian banjir bisa berjalan lebih tepat guna.
“Yang paling penting saat ini ialah kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat, karena satu aliran melibatkan dua provinsi. Masalah Sungai Angke ini memengaruhi banjir di Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan wilayah Jakarta. Ini perlu penanganan bersama, sehingga permasalahan bisa kita urai dan insya Allah dampak banjir bisa berkurang serta kerugian yang ditanggung masyarakat setiap tahunnya bisa teratasi,” tutur Andra Soni.
Secara keseluruhan, melewati pengawasan itu, kita semua menginginkan permasalahan Sungai Angke segera ditindaklanjuti melewati langkah nyata dan tergabung. Kerja sama lintas pemerintahan diinginkan mempercepat penataan ulang serta pelebaran sungai demi memaksimalkan aliran air dan menekan risiko banjir.
Sumber: tangerangkota.go.id




