staradio5G – Teman Tangerang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, bakal menargetkan satu atau dua target Iran termasuk situs nuklir yang berada di Gunung Pickaxe. Trump menekankan, AS tidak terburu-buru untuk mengambil tindakan menyerang. Tapi, ia mengakui pasukan Negeri Paman Sam bisa melakukan misi tersebut dalam waktu singkat, Minggu (01/11/26).
“Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit,” ujar Trump di kediamannya di Florida, Sabtu (31/10), seperti diberitakan AFP.
“Anda mungkin bisa melihat Gunung Pickaxe, dan Anda harus mengurusnya. Kita bisa melakukannya dengan sangat cepat.”
Kemudian, Trump serta sekutu dekatnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempercayai Iran berusaha membangun kembali kemampuan militer serta nuklir pada situs bawah tanah Gunung Pickaxe. Tapi, Teheran membantahnya. Sampai sekarang, disebut Trump belum menetapkan apakah bakal tetap melancarkan serangan atau tidak.
“Kita bisa mencapai tujuan militer jika kita mau. Dia belum membuat keputusan. Saya tak punya pengumuman soal itu dan kami tak menganggap ringan hal tersebut.” ujar Menlu AS Marco Rubio.
Demikian AS serta Israel pernah menyerang situs nuklir Iran di Natanz sampai Isfahan di Juni tahun lalu. Bahwa mereka mengakui fasilitas nuklir Iran mengalami rusak secara besar. Tapi, Teheran membantah. Mereka memang menyebut situs nuklir tersebut terdampak tetapi tak separah yang AS dan Israel nyatakan. Sementara itu, Pemimpon Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mewanti-wanti Amerika Serikat beserta Israel tak meluncurkan serangan baru menyusul ancaman sesudah pemilu. Jika pada akhirnya misi dilakukan, Iran telah siap memberi tanggapan.
“Ancaman dalam tingkatan atau jenis apapun harus ditanggapi dengan respons yang segera, berdampak, dan tak terbatas secara geografis,” kata Mojtaba ke komandan senior militer di salah satu pertemuan, seperti diberitakan AFP.
Pada akhirnya, pertemuan tersebut merupakan pertama kali Motjaba dengan para petinggi militer. Pertemuan itu dihadiri Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, serta Komandan Garda Revolusi Islam Ahmad Vahidi. Pada kesempatan itu, Khamenei juga meminta militer Iran memperbarui daftar target termasuk semua jenis aset berwujud dan tak berwujud miliki AS. AS serta Israel menyarang habis-habisan Iran di Februari lalu. Akibat serangan tersebut, Motjaba, keluarganya, beserta pejabat top pertahanan tewas. Iran tak tinggal diam. Mereka membalas serangan ke pangkalan militer AS pada negara Arab hingga menutup Selat Hormuz.
Sumber: cnnindonesia.com




