staradio5G – Teman Tangerang, rekaman video memperlihatkan dua orang pria berkelahi viral pada media sosial. Dijelaskan, perkelahian ini terjadi karena rebutan pengecasan baterai EV untuk mobil listrik di sebuah SPKLU di Cikupa, Tangerang. Rekaman video yang tersebar, terlihat dua orang pria itu awalnya terlibat adu mulut. Satu pria berkaus putih serta satu pria berkaus hitam. Tidak lama kemudian, si pria berkaus putih terlihat emosional dan menantang pria berkaus hitam dengan cara berkelahi. Sebagian sekuriti sempat memisahkan perkelahian tersebut, Kamis (10/09/26).
Demikian kasus itu berujung ke polisi. Salah satu pihak yang terlibat dalam kejadian ini melapor ke polisi. Dikonfirmasi, Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Leksono mengungkapkan pihaknya sudah menerima laporan dari salah satu pria yang terlibat pada kejadian tersebut, yaitu MRA (36), yang mengenakan baju hitam.
“Benar pada tanggal 6 September 2026 sekitar pukul 21.11 WIB, kami menerima surat tanda bukti aduan masyarakat terkait tindak pidana pemaksaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan,” kata Tri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (10/9/2026).
Kemudian, Tri mengungkapkan, peristiwa ini terjadi di saat seorang pria hendak mengisi daya kendaraan listriknya di SPKLU itu. Ia kemudian mendatangi MRA serta akui telah lebih dulu mengantre. Pria tersebut lantas meminta pelapor dengan mencabut kabel pengisian baterai yang terpasang. Permintaan ini selanjutnya memancing adu mulut sampai berujung aksi ketegangan fisik.
“Saat itu terjadi cekcok adu mulut di mana terlapor mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam pelapor agar mencabut charger dari kendaraannya,” jelasnya.
Pada akhirnya, menurut laporan ini, pria itu juga menghampiri istri MRA serta mencoba menamparnya. Tri menyatakan, pihaknya sekarang masih mendalami laporan tersebut. Polisi sudah menjalankan olah tempat kejadian perkara yaitu TKP, mengamankan rekaman kamera pengawas lingkungan yakni CCTV, dan meminta keterangan oleh sebagian saksi.
“Kita juga akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan guna memperjelas peristiwa yang terjadi,” kata Tri.
Sumber: news.detik.com




