staradio5G – Teman Tangerang, kualitas air bersih yang dialirkan Perusahaan Umum Daerah yaitu Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang mengalami perubahan untuk beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat perusahaan daerah itu menjalankan pengecekan teknis sampai pembersihan jaringan pipa dengan memulihkan pelayanan terhadap pelanggan. Direktur Utama yakni Dirut Perumda Tirta Benteng Doddy Effendy mengungkapkan, permohonan maaf dari ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Dia menyatakan, penurunan kualitas air dipengaruhi sebagian faktor, mulai dari kondisi sumber air baku pada tengah musim kemarau, tahapan pengolahan, jaringan distribusi, tekanan aliran, sampai kondisi instalasi pelanggan, Kamis (10/09/26).
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi karena perubahan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan. Sehubungan dengan berlangsungnya musim kemarau, kualitas air baku mengalami penurunan yang berdampak seperti sekarang,” ujar Doddy, Kamis (9/9/2026).
Demikian penjelasan soal musim kemarau tak serta-merta menghapus tuntutan pelanggan dari kualitas air yang layak. Perumda Tirta Benteng konsisten memiliki tanggung jawab dengan menjamin air yang diterima masyarakat memenuhi standar pelayanan yang seharusnya. Doddy menekankan, pihaknya sedang menjalankan pengecekan tata cara serta pembersihan jaringan pipa supaya kualitas air bersih segera kembali normal.
“Kami sedang melakukan pengecekan teknis dan membersihkan jaringan pipanya agar proses pengolahan dan kualitas air bersihnya segera kembali normal,” tambahnya.
Pada akhirnya, Perumda Tirta Benteng selalu berusaha menjalankan perbaikan layanan dalam meningkatkan penglihatan kualitas air serta memaksimalkan tahapan pengerjaan. Langkah ini dijalankan dengan menjamin kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan konsisten terjaga. Untuk kondisi kualitas air yang menurun, kecepatan pemulihan serta kepastian informasi terhadap pelanggan menjadi hal penting yang perlu dijamin Perumda Tirta Benteng. Jangan sampai masyarakat hanya menerima penjelasan mengenai penyebab, tanpa kepastian kapan kualitas air kembali normal.
Sumber; kabar6.com




