Teman Tangerang – Donald Trump mengancam bakal mencetuskan kembali perang AS terhadap Iran, sementara wakil presidennya, JD Vance, telah bertemu para pejabat Iran dengan dialog pertama kesepakatan perdamaian sesaat, Senin (22/06/26).
Demikian pembicaraan Amerika Serikat serta Iran diadakan pada resor pegunungan Bergenstock milik Qatar di Swiss, yang merupakan pertemuan pertama kedua negara sesudah adanya nota kesepahaman yang disepakati seminggu lalu.
Juga MoU (nota kesepahaman) itu mengajak pembukaan kembali selat Hormuz serta penghentian permusuhan, termasuk di Lebanon, yang diserang dari sekutu Amerika Serikat, Israel, di bulan Maret.
Secara keseluruhan, Iran menegaskan, Amerika Serikat gagal memenuhi janjinya dalam menghentikan pertempuran di Lebanon, sehingga menutup kembali selat Hormuz.
“Iran harus segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon dari menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras,” kata Trump, tampaknya merujuk pada sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon.
Sumber: news.detik.com




