DKP Kota Tangerang sosialiasikan keamanan dan mutu pangan segar bagi seluruh Kepala SPPG sebanyak 30 peserta

Teman Tangerang – Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang mengadakan sosialisasi keamanan serta mutu pangan segar untuk seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi se-Kota Tangerang yang diikuti sekitar 30 peserta pada Gedung Cisadane Lantai 4, Senin (22/06/26).

Demikian langkah itu dijalankan untuk manfaat membangun kerja sama lintas sektor untuk mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis yang aman serta higienis (steril).

Kemudian, Kepala Bidang Keanekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP (Dinas Ketahanan Pangan) Kota Tangerang Lisnah menerangkan, pentingnya pemahaman standar pangan segar dimulai oleh penyimpanan sampai pengolahan berdasarkan prinsip B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman) untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa.

“Kolaborasi bersama ini sangat penting, agar kita terus berjalan beriringan dalam mengawal pangan aman dan segar di Kota Tangerang. Melalui sosialisasi ini, dipastikan seluruh kepala SPPG memiliki pemahaman mendalam mengenai standar mutu pangan yang baik, mulai dari penyimpanan hingga pengolahannya sesuai prinsip B2SA. Ini adalah langkah konkret Pemkot Tangerang dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sukses dan aman dari risiko KLB,” ujar Lisnah.

Selanjutnya, Eni Nurkhayani dari Direktorat Pengawasan Penerapan Standar Keamanan Bapanas menyatakan, supaya seluruh dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tetap melindungi makanan oleh cemaran fisik, biologi, ataupun kimia.

“Pangan yang aman didefinisikan tidak menyebabkan penyakit saat dikonsumsi. Kita harus memastikan produk dapur SPPG terhindar dari cemaran fisik, biologi, maupun kimia agar anak-anak sebagai penerima sasaran tidak menderita kesakitan,” sambungnya.

Secara keseluruhan, Korwil BGN Kota Tangerang Gregorio Octavian mengungkapkan, pengawasan kualitas bahan baku pada dua pasar induk besar selalu diawasi ketat bersama Kodim 0506. Setiap dapur SPPG wajib melibatkan minimal satu ahli gizi serta melaporkan menu harian sebelum jam 12 siang.

“Kami menerapkan SOP yang sangat ketat untuk menjaga kualitas bahan baku. Setiap SPPG wajib menggunakan freezer dan chiller dengan suhu minimal dibawah -18°C dan suhu dibawah 4°C untuk menjaga rantai dingin agar bakteri tidak tumbuh. Jika ditemukan bahan pangan yang tidak sesuai standar, langsung kami retur hari itu juga,” pungkasnya.

Sumber: tangerangkota.go.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *