500 santri di Kabupaten Sidoarjo alami keracunan Bupati: Sebanyak 31 SPPG belum kantongi izin

staradio5G – Teman Tangerang, Bupati Sidoarjo Subandi menjalankan sidak ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, yang menu Makan Bergizi Gratis yaitu MBG diduga menyebabkan ratusan santri mengalami keracunan. Dia menerangkan, ada 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yakni SPPG pada wilayahnya belum dapat izin. Subandi menyatakan, sekarang terdapat 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah ini, sejumlah 31 SPPG disebut masih belum memiliki izin, Kamis (03/09/26).

“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” kata Subandi, dilansir detikJatim, Rabu (2/9/2026).

Demikian temuan itu merupakan perhatian Pemkab Sidoarjo sesudah kasus dugaan keracunan MBG terjadi pada wilayah Kecamatan Tanggulangin. Subandi ikut meminta Badan Gizi Nasional yakni BGN meningkatkan pengawasan kepada SPPG. Terkait SPPG Kalitengah yang diduga menjadi sumber menu MBG untuk kasus ini, Subandi menyerahkan langkah selanjutnya terhadap BGN karena kewenangan terkait SPPG berada di lembaga tersebut. Sementara ini, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional yaitu BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menyebutkan pihaknya bakal bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo terkait hal itu.

“Kami akan koordinasi pasti dengan Forkopimda Sidoarjo. Alhamdulillah Forkopimda Sidoarjo sangat luar biasa tanggapnya, responsnya dengan kami, kami dibantu terus. Jadi perihal belum ada SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) akan dipercepat dan dibantu oleh Sidoarjo,” tuturnya.

Secara keseluruhan, sebelumnya, jumlah santri diduga keracunan sesudah memakan Makan Bergizi Gratis yaitu MBG pada Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, bertambah. Jumlah santri yang diduga keracunan sekarang menjadi 500 orang.

Sumber: news.detik.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *