staradio5G – Teman Tangerang, perjalanan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dipastikan konsisten berjalan normal serta tak terdampak kebakaran hutan dan lahan yaitu karhutla yang terjadi pada sebagian wilayah Kalimantan. Seluruh jadwal keberangkatan serta kedatangan pesawat masih berjalan sesuai jadwal, termasuk penerbangan dari serta menuju sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Assistant Deputy Communication and Legal Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan menyatakan, gangguan asap karena karhutla sejauh ini belum memengaruhi jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (02/09/26).
“Terkait kebakaran hutan, hari ini tidak ada yang dibatalkan,” ujar Yudis saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (1/9/2026).
Kemudian, Yudis mengungkapkan, penerbangan menuju wilayah yang mungkin terdampak karhutla, khususnya pada Pulau Kalimantan, masih terlayani secara baik tanpa ada kendala perjalanan.
“Untuk yang ke Kalimantan normal,” kata Yudis.
Juga pengelola Bandara Soekarno-Hatta selalu melihat kondisi cuaca serta jarak pandang yakni visibility bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yaitu BMKG dan AirNav Indonesia. Penglihatan ini dijalankan dengan menjamin seluruh kegiatan penerbangan konsisten memenuhi standar keselamatan serta keamanan penerbangan.
Pada akhirnya, sebelumnya diberitakan, puluhan penerbangan dari serta menuju Kalimantan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa dibatalkan karena gangguan kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan serta lahan yaitu karhutla. Assistant Deputy Communication dan Legal Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan menegaskan, sekarang tercatat 43 penerbangan yang terdampak. Berdasarkan data periode 22 sampai 23 Agustus 2026, pembatalan mencakup 18 penerbangan, Sabtu (22/08) beserta 25 penerbangan di Minggu (23/08).
“Saat ini terdapat sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data periode 22–23 Agustus 2026, tercatat 43 penerbangan terdampak dan seluruhnya mengalami pembatalan (cancel),” ujar Yudis saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026)
Sumber: megapolitan.kompas.com




