Warga Kelurahan Petir setuju-dukung rencana pembongkaran jembatan kawasan Bendungan Polor untuk atasi banjir menahun

staradio5G – Teman Tangerang, Warga RT 01/07 Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, setuju mendukung rencana pembongkaran jembatan pada kawasan Bendungan Polor untuk mengatasi banjir menahun yang sering merendam permukiman mereka, Senin (02/11). Jembatan itu dinilai merupakan salah satu hambatan aliran air Kali Angke sehingga meningkatkan risiko banjir pada kawasan permukiman. Ketua RT 01/07 Kelurahan Petir, Jufri, mengungkapkan, dukungannya terhadap rencana pembongkaran jembatan tersebut. Dia menambahkan, keberadaan jembatan justru menghambat aliran air, Selasa (03/11/26).

“Sebenarnya bagus, itu dibongkarin itu. Karena jembatan juga itu menghambat jadi dia akhirnya banjir menghambat aliran air,” ujar Jufri mewakili warga saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Senin (2/11/2026).

Demikian selain menghambat aliran air, Jufri menyatakan, posisi jembatan yang terlalu rendah membuat sampah sering menumpuk pada bagian bawah.

“Waktu H-1 Pak Menteri PU datang, itu sampah menumpuk banget tuh malemnya,” kata Jufri.

Juga sekarang, warga hanya bisa menunggu terwujudnya pembongkaran serta pembangunan jembatan pengganti yang lebih tinggi supaya aliran air tak lagi terhambat. Sebelumnya, Pemerintah Kota yaitu (Pemkot) Tangerang sedang berusaha mengatasi masalah banjir menahun pada sepanjang aliran Kali Angke.

Kemudian, usaha itu dilakukan melewati komunikasi serta kerja sama lintas wilayah yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan daerah tetangga, seperti Tangerang Selatan dan Jakarta Barat. Menteri Pekerjaan Umum yakni (PU) Dody Hanggodo bersama jajaran pimpinan daerah juga sudah melakukan menelusuri sungai pada sepanjang aliran Kali Angke, dimulai dari wilayah Tangerang sampai Jakarta Barat, Jumat (30/10) sore. Dalam pengawasan tersebut, Dody temukan hambatan aliran air juga disebabkan dari bangunan bendung peninggalan zaman kolonial Belanda.

Selanjutnya, susunan itu ternyata tak tercatat dalam peta atau rencana penanganan yang dimiliki pemerintah, baik pada tingkat provinsi, DKI Jakarta, ataupun pusat. Akibatnya, aliran air dari permukiman warga terhambat dari struktur bawah air yang tidak terpetakan sehingga berkemungkinan menyebabkan air meluap kembali ke permukiman. Dalam mengatasi persoalan tersebut, Kementerian PU berencana membongkar struktur lama dan memasang jembatan darurat Bailey terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan supaya pergerakan masyarakat pada jalan tersebut tetap terjaga selama tahapan pengerjaan.

“Jadi tidak mungkin membendung ini tanpa membongkar jembatannya, walaupun bongkarnya sementara. Nah, kemudian tadi saya bilang, kita mesti pasang jembatan bailey. Kita cari titik yang mana yang memungkinkan kita pasang jembatan Bailey sama-sama dengan Wali Kota Tangerang dan Wali Kota Jakarta Barat,” jelas Dody.

Secara keseluruhan, menjawab rencana itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan pihaknya terus berkomunikasi dengan pemerintah lintas wilayah dalam mengatasi persoalan banjir pada Kali Angke.

“Kita juga sudah melakukan langkah-langkah bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan mudah-mudahan ini bisa teratasi ke depan,” ujar Sachrudin.

Sumber: megapolitan.kompas.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.