Teman Tangerang – Kurangnya fasilitas penerangan jalan umum di Kabupaten Tangerang, bahkan sudah lama diprotes masyarakat sekitar. Seperti pada jalan menuju pemda dari pantura gelap gulita, Sabtu (20/06/26).
“Belum lagi di kawasan pemdanya banyak kios dan warung kumuh,” ungkap Ade Kusmayadi, tokoh masyarakat di Kecamatan Curug kepada kabar6.com, Sabtu (20/6/2026).
Kemudian, Ade Kusmayadi, seorang tokoh masyarakat menerangkan, bahwa kondisi itu merusak pemandangan. Ditambah lagi pada sekitar kawasan perkantoran serta taman-taman tak ada petugas kebersihan.
“Apa lagi yang jauh dari pandangan mata lebih ga terjangkau lagi, yang dekat saja abai,” tegas Ade Kusmayadi.
Selanjutnya, protes juga disampaikan Nurhasan, warga Desa Daru, Kecamatan Jambe. Ia menyatakan, minimnya fasilitas PJU (penerangan jalan umum) di kampungnya membuat pelaku pencurian kendaraan bermotor ataupun pengedar narkoba leluasa beraksi.
“Tos lami lama ieu lampu pareum (sudah lama mati lampu),” keluh Hasan.
Selain itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jainudin menyebutkan ada 16.500 titik PJU (penerangan jalan umum) yang dibutuhkan. Jumlah itu tersebar pada 371 ruas jalan.
“Tetapi kan kita juga paham, Kabupaten Tangerang itu kan luas ada 29 kecamatan, dan bahkan ada yang menjadi prioritas,” sebutnya.
Secara keseluruhan, Jainudin menekankan, anggaran yang tersedia sangat terbatas. Pihaknya sekarang tengah menjalankan studi kelayakan dalam pihak konsultan bagi menentukan skala penting.
“Pembangunan mana dulu yang akan kita realisasikan di tahun 2027 dan 2028,” tutupnya.
Sumber: kabar6.com




