Trump akui kekalahan partainya di pemilu paruh waktu disebabkan perang melawan Iran

staradio5G – Teman Tangerang, Presiden Amerika Serikat yaitu (AS) Donald Trump mengakui perang melawan Iran yang berlarut-larut ikut berpengaruh dalam kekalahan telak Partai Republik untuk pemilu paruh waktu 3 November. Hasil pemilu paruh waktu mengungkapkan, Partai Demokrat, rival Trump, sukses merebut kendali penuh dari DPR serta Senat, yang selama dua tahun terakhir dikuasai Partai Republik. Situasi itu bakal mempersulit sisa masa jabatan Trump, sampai Januari 2029, karena setiap legislasi (undang-undang) dan jadwal yang diajukan ke Kongres bisa ditolak, Rabu (04/11/26).

Kemudian, untuk tanggapannya, Trump mengakui kekalahan Partai Republik serta mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat. Presiden AS tersebut bahkan melontarkan pujian langka ke Partai Demokrat, yang disebutnya “melakukan pekerjaan yang baik” dalam pemilu peruh waktu itu. Trump, seperti dilansir Reuters, Rabu (04/11), juga mengakui masalah perang Iran merupakan salah satu faktor penyebab kegagalan Partai Republik mempertahankan kendali dari Kongres AS.

“Saya pikir salah satu penyebabnya adalah Iran,” kata Trump dalam wawancara dengan media AS, Fox News.

Demikian untuk wawancara terpisah dalam media terkemuka AS lainnya, Wall Street Journal yakni (WSJ), Trump menyatakan: “Iran adalah salah satu faktornya.” Tapi, terlepas dari kekalahan untuk pemilu paruh waktu, serta janji kampanyenya dengan “tidak memulai perang baru”, Trump tetap mempertahankan keputusannya untuk menyerang Iran.

“Saya telah melakukan hal yang benar. Saya akan tetap melakukannya lagi,” ucap Trump dalam wawancara dengan WSJ.

Pada akhirnya, Perang melawan Iran, yang memasuki bulan kesembilan, memang tak terkenal pada kalangan rakyat Amerika sedari awal berperang di akhir Februari lalu. Selama masa kampanye, para kandidat Partai Demokrat pada bermacam wilayah AS menunjuk konflik Iran selaku penyebab meningginya harga bahan bakar serta bermacam barang kebutuhan lainnya. Trump sendiri memberikan pernyataan yang berubah-ubah mengenai tujuan serta jangka waktu perang itu. Di satu sisi, ia mengancam bakal meningkatkan serangan militer AS, tapi di sisi lainnya, dia mengakui bisa mengakhiri peperangan itu kapan saja. Sementara itu, di Teheran, hasil pemilu paruh waktu AS disambut dalam kepuasan. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa rakyat Amerika menegaskan sikap dengan menolak perang.

“Rakyat Amerika mengatakan NO TO WAR (TIDAK PADA PERANG), dan kami mendukung pesan ini,” kata Ghalibaf, yang juga kepala perunding Iran dalam negosiasi damai dengan AS, dalam pernyataan via media sosial X.

Sumber: news.detik.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *