Secara dadakan TV nasional Iran siarkan perintah kepada warganya tata cara tanggapi jika terjadi serangan nuklir

staradio5G – Teman Tangerang, Televisi nasional Iran di hari Selasa (03/11) mendadak menyiarkan perintah kepada warga mengenai tata cara menanggapi jika terjadi serangan nuklir. Al Arabiya melaporkan panduan pencegahan itu termasuk perintah dengan tak menatap langsung kilatan cahaya akibat ledakan, dan segera mencari tempat berlindung jika berada di luar ruangan. Otoritas menyarankan supaya masyarakat berlindung pada balik pembatas apabila tak bisa masuk ke gedung, atau berbaring dalam posisi rata tanah serta melindungi kepala dan wajah, Kamis (05/11/26).

Demikian jika ledakan sudah berlalu, masyarakat diminta masuk ke dalam bangunan terdekat serta jangan ke luar ruangan dengan menonton ataupun mengambil foto. Otoritas juga tak menyarankan warga dalam berlindung di mobil. Otoritas ikut meminta masyarakat untuk pergi ke ruang bawah tanah atau bagian tengah bangunan, jauh dari jendela maupun dinding. Masyarakat diminta menutup pintu serta jendela, dan mematikan pendingin ruangan yang mengambil udara dari luar.

Juga apabila terkena area ledakan, warga diajak mengganti pakaian karena kemungkinan adanya kontaminasi. Pakaian yang terkena tak boleh dikibas-kibaskan serta harus segera dimasukkan ke dalam tempat tertutup. Bagian kulit yang terkena harus segera dibilas dengan air dan sabun, beserta menggunakan shampoo apabila rambut ikut terkena. Jika tak memungkinkan untuk mandi, cukup basuh area tubuh dengan air atau tisu basah.

Kemudian, masyarakat juga diminta menyiapkan air minum serta makanan kemasan dan tak meninggalkan bangunan paling tidak 24 jam. Masyarakat wajib mengikuti arahan pihak berwenang, terutama mengenai rute pengungsian aman. Panduan itu disiarkan Teheran menghadapi serangan baru Amerika Serikat ke Iran.

Pada akhirnya, Presiden AS Donald Trump belakangan telah memberi sinyal bakal menyerang kembali Iran untuk menargetkan Gunung Pickaxe. Washington yakin Iran menyimpan bagian program nuklirnya di gunung itu. Menurut laporan media-media AS, serangan tersebut bakal melibatkan Mother of All Bombs, bom non-nuklir terkuat Amerika Serikat. Beberapa laporan juga sebut serangan besar itu kemungkinan bakal diluncurkan pasca pemilu paruh waktu AS yang diadakan di 3 November.

Sumber: cnnindonesia.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *