staradio5G – Teman Tangerang, Direktorat Tindak Pidana yaitu (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI ikut menggerebek kelab malam pada kawasan PIK 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang. Razia itu merupakan susunan dari penggerebekan sebelumnya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Pengawasan detikcom pada lokasi, penggerebekan dilakukan pukul 02.40 WIB. Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan sebagian cartridge pods, Minggu (18/10/26).
“Baik permisi, mohon maaf mengganggu. Kami dari Bareskrim Polri bersama BNN tengah melakukan penertiban narkotika. Kami akan melakukan pemeriksaan badan, barang-barang serta ruangan ini,” kata petugas di lokasi.
Demikian untuk penggerebekan itu, petugas mendapati tiga tamu yang menjadi warga negara asing yakni (WNA) asal Tiongkok serta dua wanita WNI. Dari kelimanya, petugas mendapati cartridge pods tersebut. Selain cartridge pods, petugas juga menemukan dua bungkus alat kontrasepsi. Kelimanya langsung diminta untuk melakukan tes urine.
“Ini buat apa? Ayo tes urine dulu, please,” ujar petugas.
Juga petugas menemukan lima orang pria serta tiga orang wanita. Di sini, semua pengunjung juga ikut dites urine. Petugas juga menemukan sepasang pria dan wanita sedang asyik karaoke. Keduanya ikut dilakukan tes urine.
“Kalian lagi apa ini? Dari mana?” tanya petugas.
“Saya pegawai di sini Pak,” jawab tamu pria.
“Loh kamu, siapa? Pegawai juga atau apa?” tanya petugas ke tamu wanita.
“Saya nemenin Pak, temannya,” jawab tamu wanita.
Pada akhirnya, sebelum penggerebekan kelab malam pada kawasan PIK 2 Tangerang, Bareskrim dan BNN sudah menggerebek diskotek di wilayah PIK 1, Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana, petugas menyita sebagian cartridge diduga berisi etomidate. Para pengunjung ikut dites urine. Beberapa tamu yang hasil tes urinenya positif mengandung etomidate langsung dibawa menggunakan bus milik Mabes Polri. Penggerebekan itu dipimpin langsung dari Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian serta Plt Deputi Pemberantasan BNN, Adri Irniadi. Penggerebekan tersebut melibatkan total 462 personel gabungan dalam daftar 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal beserta 160 personel dari BNN.
Sumber: news.detik.com




