Teman Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang selalu memaksimalkan pencegahan stunting, salah satunya dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu. Selaku ujung tombak pelayanan kesehatan pada lingkungan masyarakat, para kader sudah dibekali 25 kemampuan dalam mendukung pemantauan kesehatan masyarakat dimulai oleh remaja, ibu hamil, sampai balita, Kamis (25/06/26).
Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menerangkan, peran kader posyandu sangat penting sebab merupakan pihak yang paling dekat kepada masyarakat. Mereka tak hanya menjalankan pengawasan tumbuh kembang balita, tapi juga bisa mendeteksi lebih dini bermacam faktor risiko yang memungkinkan menyebabkan stunting.
“Peran kader posyandu sangat besar karena mereka yang paling memahami kondisi masyarakat di wilayahnya. Informasi yang diperoleh menjadi lebih cepat sehingga penanganan juga dapat dilakukan lebih dini,” ujarnya.
Selanjutnya, Dini Anggraeni menyatakan, 25 kemampuan dasar kader posyandu, diantaranya keterampilan pengelolaan posyandu, keterampilan ibu hamil serta menyusui, keterampilan bayi dan balita, keterampilan usia sekolah beserta remaja, sampai keterampilan usia produktif hingga lansia.
”Selain dibekali kompetensi, kader posyandu juga didukung pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Si Data. Melalui aplikasi tersebut, kader dapat langsung menginput hasil pemantauan di lapangan yang kemudian terintegrasi dengan sistem pencatatan gizi berbasis masyarakat,” kata dr. Dini.
”Data yang masuk secara real time memudahkan puskesmas melakukan analisis dan memberikan peringatan dini apabila ditemukan balita dengan risiko gizi kurang maupun stunting,” sambungnya.
Pada akhirnya, lewat penguatan kemampuan kader, digitalisasi pemantauan kesehatan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Pemkot Tangerang yakin usaha percepatan penurunan stunting bisa berjalan lebih efektif sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas serta berkualitas.
Sumber: tangerangkota.go.id




