Kemlu Iran bantah media internasional secara sepihak yang akui adanya perpanjangan gencatan senjata Teheran: Amerika Serikat tak pernah patuhi syarat MoU

staradio5G – Teman Tangerang, Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas menolak laporan media Al Arabiya yang mengaku adanya perpanjangan gencatan senjata 60 hari antarpihaknya yaitu Amerika Serikat Senin (17/08/26). Pemerintah Iran mengungkapkan, narasi mengenai perpanjangan ini sepenuhnya salah serta tidak berdasar. Pernyataan itu sekaligus mematahkan kabar yang sebelumnya menyebutkan adanya kesepakatan lanjutan pada hari ke-170 konflik kedua negara.

Kemudian, ​juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menekankan, rancangan mengenai perpanjangan gencatan senjata 60 hari yakni hal yang tak nyata. Iran menilai pihak AS tidak pernah mematuhi satu pun syarat dengan nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya difasilitasi dari Pakistan. Akibat pelanggaran tetap oleh pihak AS ini, Iran menyatakan, tak ada hal terwujud yang bisa diperpanjang sehingga masalah kesepakatan baru otomatis gugur.

Selanjutnya Pemerintah Iran menerangkan, kesepakatan awal sejatinya berupa periode penghentian permusuhan sepanjang 60 hari demi membuka ruang negosiasi menuju kesepakatan permanen. Kemungkinan perpanjangan waktu hanya berlaku apabila AS mematuhi seluruh janji yang disepakati bersama. Tapi, pihak Iran menilai AS sudah menggagalkan kesempatan ini sedari awal, sehingga perundingan yang serius bahkan belum pernah benar-benar dimulai.

​Secara keseluruhan, sikap tegas Iran itu merespons langsung klaim sepihak yang sempat beredar pada bermacam saluran media internasional mengenai adanya perpanjangan gencatan senjata. Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat akui adanya jalur komunikasi rahasia bersama pejabat Korps Garda Revolusi Islam. Penolakan terbuka oleh Teheran menjamin bahwa belum ada kesepakatan nyata yang terjalin antarkedua negara.

Sumber: cryptowave.co.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *