staradio5G – Teman Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang memperkuat penanganan anak tak sekolah lewat pembentukan tim lintas lembaga. Langkah itu merupakan bagian oleh usaha menjamin setiap anak di Kota Tangerang memperoleh jalur pendidikan serta bisa melanjutkan tahapan belajar sesuai kebutuhannya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar mengungkapkan, penanganan anak tak sekolah membutuhkan keterlibatan bermacam pihak. Karena itu, pemerintah menyiapkan tim yang melibatkan perangkat daerah sampai perangkat kewilayahan dengan menjamin penanganan langsung yang bisa dijalankan secara menyeluruh, Kamis (27/08/26).
“Kedua, kita akan merumuskan SK Tim Penanganan Intersektor, dari semua stakeholder baik itu mulai dari Bappeda sampai dengan perangkat kewilayahan,” ujarnya.
Demikian tim ini bakal melibatkan sebagian perangkat daerah, di antaranya Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Disdukcapil, Diskominfo serta DP3AP2KB. Perangkat kewilayahan juga memiliki peran penting karena merupakan ujung tombak untuk tahapan validasi data serta pelaksanaan penanganan langsung di lapangan. Dia menerangkan, masing-masing perangkat daerah memiliki tanggung jawab sesuai dalam kewenangannya. Bappeda ikut serta untuk kerja sama perencanaan serta kebijakan lintas lembaga, sementara Dinas Pendidikan menjamin jalur dan kualitas pendidikan.
”Dinas Sosial turut berperan dalam melihat akar persoalan sosial ekonomi keluarga. Sementara Dukcapil membantu menyelesaikan kendala administrasi kependudukan yang dapat memengaruhi akses anak terhadap layanan pendidikan,” katanya.
Kemudian, pada tingkat kewilayahan, kelurahan serta kecamatan bakal diperkuat untuk tahapan pembuktian. Petugas data sekolah juga dilibatkan dengan mencocokkan data untuk kondisi kondisi nyata di lapangan. Langkah ini dijalankan supaya pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi anak sekaligus bisa menentukan bentuk panganan langsung yang sesuai.
”Penanganan tidak berhenti pada proses pendataan. Pemkot Tangerang juga menyiapkan pendekatan langsung melalui home visit dengan melibatkan perangkat kewilayahan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi kepada keluarga sekaligus memahami kendala yang membuat anak tidak melanjutkan pendidikan,” papar Wahyudi.
Juga penanganan langsung diarahkan di peningkatan kualitas serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pemkot Tangerang mendukung pembelajaran mendalam, pembiasaan baik beserta penguatan sekolah ramah anak selaku bagian oleh usaha melindungi keterikatan anak pada sekolah. DP3AP2KB juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan serta pencegahan pernikahan di usia muda, termasuk pendampingan psikologis teruntuk anak yang menghadapi trauma, kekerasan ataupun persoalan lainnya.
”Dari sisi tata kelola, Pemkot Tangerang akan memperkuat dashboard monitoring terpadu dengan melakukan sinkronisasi data pendidikan, administrasi kependudukan dan data kesejahteraan sosial. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi basis dalam menentukan kebijakan dan intervensi secara lebih tepat,” kata Wahyudi.
Pada akhirnya, Pemkot Tangerang berjanji memperkuat lingkungan pendidikan lewat program Gampang Sekolah. Pemerintah juga bakal menjalankan pengawasan serta penilaian secara berkala dengan menjamin penanganan langsung berjalan berkelanjutan serta setiap anak konsisten memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.
Sumber: tangerangkota.go.id



