Teman Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang selalu memperkuat usaha percepatan penurunan stunting ataupun gizi buruk melewati Program Dapur Sehat Atasi Stunting. Salah satunya lewat aktivitas pembagian bantuan imbalan fasilitas pelayanan serta edukasi pengolahan menu makanan bergizi di Kecamatan Sepatan Timur, Rabu (20/05/26).
Demikian program DAHSAT merupakan salah satu langkah nyata Pemkab Tangerang untuk mendukung peningkatan kualitas gizi keluarga, terkhusus dengan keluarga berisiko gizi buruk, ibu hamil, ibu menyusui dan balita di bawah dua tahun.
Kemudian, Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa menerangkan, bahwa penanganan gizi buruk harus menjadi perhatian serta tanggung jawab bersama seluruh bagian masyarakat.
“Melalui Program DAHSAT, kami ingin memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan dukungan nyata, baik melalui bantuan pangan bergizi maupun edukasi pola konsumsi sehat. Ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Tangerang dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya, Prima Saras Puspa mengungkapkan, Program DAHSAT tak sekadar pemberian bantuan bahan pangan, namun juga bagian oleh pemodalan jangka panjang untuk masa depan bangsa.
“Program ini bukan sekadar pemberian bantuan bahan pangan bergizi, melainkan sebagai bentuk investasi generasi penerus bangsa. Ketika kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik, maka kita sedang membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” kata dia.
Pada akhirnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tangerang, Muchlis menegaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tangerang Nomor 794 tentang Penetapan Desa/Kelurahan Lokus Prioritas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026, pihaknya menjalankan pemberian bantuan imbalan fasilitas terhadap Keluarga Berisiko Stunting pada 10 desa wilayah sasaran utama yang ada di Kabupaten Tangerang dan pengajaran pengolahan makanan bergizi dari kader.
“Alhamdulillah tahun ini kami menyalurkan bantuan natura kepada 1.240 Keluarga berisiko Stunting berupa bahan makanan bergizi meliputi beras, biskuit, buah, telur ayam, minyak goreng, sayuran, wortel, tepung, agar-agar, dan semur bola-bola ayam,” kata Muchlis.
“Selain bantuan bahan pangan, edukasi yang diberikan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar keluarga dapat memahami pola pengolahan makanan sehat, bergizi, dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ucapnya.
Sumber: rri.co.id




