Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto pecat Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena akibat kontroversi Ponpes Hamalatul Quran

staradio5G – Teman Tangerang, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto memecat Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena sesudah kontroversi penggeledahan pada Ponpes Hamalatul Quran yaitu (HQ) Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (02/11/26).

“Langkah ini telah dilakukan pemeriksaan dan penonaktifan kepada yang bersangkutan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mabes Polri, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Demikian bukan hanya AKBP Andika Dharma Sena, Suyudi juga mencopot tiga anggota lainnya terkait masalah itu, yaitu Iptu AS selaku Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, Ipda FA sebagai Kanit Pidum Polres Sukoharjo, serta Ipda RAP selaku Kanit PPA Polres Sukoharjo. Untuk hal itu, empat personel tersebut sekarang menjalani pemeriksaan pada Propam Polri terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam penggeledahan tersebut.

“Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap empat personel yaitu, AKBP ADS Kapolres Sukoharjo, IPTU AS selaku kasat serse dan kanit pidum IPD FA, Kanit ppa IPDA RAP,” kata Trunoyudo.

Juga sekarang Polri sudah mengeluarkan satu Surat Telegram yakni (ST) perpindahan bernomor ST/2463/XI/KEP./2026 yang tertanggal (02/11). Di perpindahan itu, AKBP Indra Maulana Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolres Boyolali dipindahkan selaku Kapolres Sukoharjo. Sementara, AKBP Christopher Adhikara Lebang yang sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Jateng dipindah selaku Kapolres Boyolali.

Secara keseluruham, diberitakan sebelumnya, Polisi menggeledah Pondok Pesantren yaitu (Ponpes) Hamalatul Quran yakni (HQ) pada Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (27/10). Penggeledahan itu terkait kasus pembakaran serta perusakan warung Mi dan Babi Tepi Sawah pada Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, di September 2026. Dengan pemeriksaan kasus tersebut, polisi sudah menangkap seorang tersangka berinisial S. Menurut hasil pemeriksaan, petugas kemudian mencari satu orang lainnya yang diduga berkaitan dalam masalah itu. Tapi, penggeledahan itu menjadi perhatian karena 12 santriwati dan empat ustazah ditekan dari para aparat yang mendatangi pondok pesantren di pagi buta.

sumber: nasional.kompas.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *