staradio5G – Teman Tangerang, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memerintahkan staf non-esensial Kedutaan Besar Amerika Serikat yaitu (AS) beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi hari Rabu (21/10). Perintah tersebut dikeluarkan akibat Saudi terus menghadapi serangan mematikan dari kelompok Houthi di Yaman. Dilansir AFP, langkah itu diambil sesudah seorang sumber diplomatik menyatakan “seluruh staf Amerika dan keluarga mereka telah diperintahkan untuk meninggalkan Kedutaan Besar AS” pada kerajaan Teluk itu. Sumber tersebut menambahkan keluarga staf kedutaan juga sudah diperintahkan meninggalkan Uni Emirat Arab yakni (UEA), Yordania, Qatar, serta Bahrain. Seluruh negara itu sudah menjadi sasaran serangan Iran selama perang di Timur Tengah, Kamis (22/10/26).
Secara keseluruhan, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, kemudian membenarkan perintah itu melewati unggahan di X. Tapi, ia menegaskan perintah tersebut hanya berlaku bagi “pegawai pemerintah AS non-darurat beserta anggota keluarga mereka di Arab Saudi”. Dia menghubungkan langkah itu dengan serangan Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang menyasar bandara. Ia menekankan, “keselamatan dan keamanan personel Departemen Luar Negeri beserta keluarga mereka tetap menjadi prioritas tertinggi kami”. Perlu diketahui, untuk bulan Oktober ini, Arab Saudi hampir setiap hari menghadapi serangan dari kelompok Houthi yang didukung oleh Iran. Serangan tersebut termasuk serangan terhadap bandara internasional Riyadh, yang merupakan serangan paling mematikan di Saudi untuk beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya perluasan perang melawan kelompok itu.
Sumber: kumparan.com




