staradio5G – Teman Tangerang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yaitu DPUPR Kota Tangerang selalu mempercepat penanganan sebagian ruas jalan yang mengalami kerusakan. Walaupun waktu pengerjaan dipercepat, DPUPR menjamin kualitas konstruksi konsisten menjadi perhatian penting. Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengungkapkan, percepatan dijalankan dalam mempertimbangkan kondisi lalu lintas pada sejumlah ruas yang sedang diperbaiki. Pekerjaan konstruksi beton yang secara kontrak umumnya berlangsung sekitar tiga bulan, diusahakan bisa diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan, Selasa (01/09/26).
“Karena kondisi lalu lintas cukup padat, kita coba percepat menjadi dua bulan. Tetapi dengan percepatan waktu ini, kita juga tidak ingin mengubah kualitas pekerjaan. Itu menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Taufik.
Kemudian, Taufik Syahzaini menerangkan, percepatan pekerjaan dijalankan lewat pengawasan serta pengujian secara berkelanjutan. DPUPR melibatkan tim ahli pengawas, tim teknis dari dinas, dan laboratorium dengan menjamin setiap tahapan konstruksi memenuhi tolok ukur yang ditetapkan. Pengujian dijalankan sedari pekerjaan konstruksi dasar. Sesudah tahapan tertentu selesai, material langsung diuji pada laboratorium sebelum pekerjaan berikutnya dilanjutkan.
“Jadi setelah selesai kita uji laboratorium, kita secara simultan, secara maraton terus melakukan tahapannya. Sehingga secara teknis percepatan pekerjaan itu bisa sesuai dengan apa yang kita targetkan,” jelasnya.
Selanjutnya, Taufik menyatakan, sistem ini merupakan bagian dari usaha DPUPR melindungi kualitas pekerjaan meski pelaksanaan dijalankan dalam waktu yang lebih cepat. Pengawasan juga dilakukan secara berlapis sampai tahap pemeriksaan. Dia menegaskan, sesudah pekerjaan konstruksi selesai, ruas jalan masih memiliki masa pemeliharaan. Rata-rata sepanjang enam bulan, tanggung jawab pemeliharaan masih berada di pelaksana proyek. Sesudah masa ini berakhir, pemeliharaan dilanjutkan dari bidang pengerjaan serta pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang.
“Komitmen kita untuk bisa menjaga kualitas pekerjaan,” tegas Taufik.
Secara keseluruhan, DPUPR juga membuka ruang untuk masyarakat bagi yang ikut mengawas kondisi jalan. Informasi serta laporan warga bisa merupakan bagian oleh sistem monitoring, termasuk lewat media pengaduan LAKSA.
“Semakin banyak informasi dari masyarakat, lebih bagus karena bagaimana kita menjaga level of services jalan ini bisa terus dijaga,” tutupnya.
Sumber: tangerangkota.go.id



