Kejadian keributan di Pasar Lama Kota Tangerang bahwa apa yang di katakan oleh Polres Metro Tangerang Kota tidak sepenuhnya benar

Teman Tangerang – Kejadian keributan di Pasar Lama, Sukasari Tangerang, Kota Tangerang yang sempat viral serta sudah dijelaskan terbit dari Polres Metro Tangerang Kota tak sepenuhnya benar, Senin (11/05/26).

Kemudian, Nasrullah salah satu yang turut melerai serta terlibat dengan pertengkaran dorong mendorong pedagang Gudeg (Coki) meminta peristiwa itu diceritakan secara lengkap sesuai kronologis sebenarnya, Senin (11/05).

Selanjutnya, Nasrullah katakan, apa yang di terbit dari Polres Metro Tangerang Kota tak sebenarnya benar. Enas panggilan akrabnya menceritakan awal mula peristiwa itu, ketika Iyan salah satu darinya meminta supaya cucian piring saudara Coki pedagang Gudeg dipindahkan agar tak menghalangi jalan serta pedangang lain, Jumat sore tanggal (08/05).

Demikian karena tak senang dalam teguran saudara Iyan. Saudara Coki emosi sehingga terjadilah adu mulut serta dorong-dorongan dan kaki Coki tersandung kaki sendiri sehingga dia jatuh dari dirinya sendiri.

“Jadi bukan jatuh karena kita dorong, tapi keserimbet kaki sendiri,” cerita Enas saat ditemui di Polsek Tangerang.

“Bukan membela diri, tapi kejadiannya tidak serta merta seperti yang ada di dalam vidio yang beredar. Awal mula kejadiannya tidak diceritakan dalam rilis tersebut,” Ujar Enas.

Juga dia menepis menjalankan aksi pemukulan pada dalam video, yang jelas hanya saling dorong serta tak ada pemukulan.

“Di vidio kan jelas tidak mukul hanya saling dorong. Kita hanya ingin melerai karena sudah emosi semua. Ya  cerita awal kejadian karena kita menegor agar cucian piring dan meja dagangan di geser karena itu dekat akses keluar masuk gerobak pedagang, namun tidak pernah diindahkan, mejanya panjang banget itu punya Coki pedagang Gudeg Pasar Lama, ” ujarnya.

“Pas kejadian itu lanjutnya, menuduh kita sebagai preman disana dan diduga mengambil hp, sehingga memicu reflek dan situasi memanas (spontanitas) karena menuduh kami mencuri HP.  Coki emosi mencekik, merobek kaos saudara iyan dan mencakar dada sebelah kiri, sebenarnya yang preman dia atau kami,” katanya.

Secara keseluruhan, lanjut Enas kami bakal menempuh jalur yang sama karena saudara kami Iyan mengalami luka serta sakit tenggorokan dikarenakan dicekik oleh Coki. Sehingga dari pihaknya mengalami sakit. Sesudah kejadian, kita langsung dibawa ke Polsek.

“Untuk konsekuensi kita terima dan jalani. Namun di kita juga ada korban dan juga akan melakukan laporan resmi dan melakukan visum,” tegasnya.

“Enas berharap kasus ini terang benderang dengan melihat awal duduk permasalahan sehingga semuanya jelas. Karena yang dagang (Coki) ditempat tersebut bukan hanya dia sendiri,” pungkasnya.

Sumber: metrobanten.co.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *