Teman Tangerang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengatakan ada dua zona megathrust yang di saat ini “tinggal menunggu waktu” dengan meluncurkan energinya, yaitu Megathrust Selat Sunda yang terakhir gempa 1757 serta Mentawai-Siberut 1797, Minggu (19/04/26).
Demikian BMKG menguraikan kondisi itu dikenal selaku seismic gap, yaitu wilayah yang secara geologis mengumpulkan energi besar sebab telah lama tak menghadapi gempa besar.
“Tinggal menunggu waktu bukan ramalan. Kalimat ini sering disalahartikan. Yang dimaksud adalah zona tersebut menyimpan potensi besar karena sudah lama tidak melepaskan energi. Bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya.
Juga BMKG menekankan istilah itu dimanfaatkan selaku bentuk kewaspadaan sebagai dasar data sejarah serta geologi, tidak untuk memicu kepanikan publik.
“Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi, bukan untuk menimbulkan kepanikan. Dalam Undang-Undang No. 31/2009, BMKG bertanggung jawab atas pengamatan, pengelolaan data, dan pelayanan informasi, termasuk gempa bumi dan tsunami,” jelas BMKG.
Kemudian, dengan menemui ancaman megatrusht itu, pegiat serta aktivis lingkungan yang terhimpun untuk Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang tingkatkan gerakan aksi penanaman mangrove selaku Green Belt (Sabuk Hijau) di Pesisir Tangerang bagian utara.
“Ketika keseimbangan terganggu, Bumi merespon melalui bencana, Kita tidak bisa mencegah gempa, tapi kita bisa mengurangi risikonya, salasatunya dengan terus memperkuat Green Belt di pesisir Tangerang melalui penanaman Mangrove,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus, Minggu (19/04/2026).
Pada akhirnya, Ade mengatakan, penting adanya kesadaran bersama-sama untuk usaha pencegahan bencana, salahsatunya cara penghijauan dalam menanam mangrove pada pesisir selatan pantai secara kuat.
“Untuk menahan terjangan gelombang laut dan ancaman tsunami, penanaman mangrove merupakan bagian dari upaya mitigasi mengurangi resiko Bencana dispesisir pantai,” Tandasnya.
Sumber: tangerangpos.id




