Teman Tangerang Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, belum terima informasi ataupun aduan kepada Pekerja Migran Indonesia asal daerahnya yang terjebak dengan konflik perang di Timur Tengah, Rabu (04/03/26).
Selanjutnya, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Iis Kurniati menyatakan, samapai sekarang pihaknya belum temukan adanya warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di Teheran serta juga kota-kota lain, terkhususnya di Iran.
”Berdasarkan data kami, nihil PMI yang berangkat ke Iran. Konsentrasi penempatan pekerja migran asal Kabupaten Tangerang masih terfokus pada negara-negara teluk dan sekitarnya,” kata Iis.
Demikian meski sekarang belum dapatkan laporan adanya WNI asal Tangerang yang terjebak konflik, pihaknya hendak lakukan komunikasi dalam lembaga serta kementerian terkait upaya pencarian informasi yang lebih akurat untuk keberadaan warga Tangerang di Timur Tengah.
“Meskipun, Iran sempat menyerang pangkalan militer di kawasan teluk, tetapi dapat dipastikan warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di sana terbilang aman,” ujarnya.
Kemudian, Iis Kurniati menegaskan, sekarang tercatat 189 PMI asal Tangerang sudah bekerja di Timur Tengah. Menurutnya, mayoritas PMI asal Kabupaten Tangerang mengisi sektor formal serta jasa, seperti pengemudi, juru masak, petugas bongkar muat barang sampai layanan kebersihan.
”Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 189 orang yang berangkat ke luar negeri untuk bekerja,” katanya.
Secara keseluruhan, adapun dengan negara tujuan PMI dari Kabupaten Tangerang yakni, Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait serta Uni Emirat Arab. Dalam situasi pada sebagian negara terdampak serangan, PMI itu untuk terus diawasi dan pantauan ketat oleh pemerintah.
”Meskipun beberapa negara tetangga Iran tersebut juga terdampak dinamika regional, status keamanan PMI di sana masih dalam pemantauan intensif pemerintah,” kata dia.
Sumber: banten.antaranews.com




