Universitas Mercu Buana berkontribusi bangun fasilitas modern yaitu Groundwater Tank yang menyatu pada Smart Rain Garden kepada KWT Cempaka Asri Kota Tangerang

Teman Tangerang – Menghadapi tantangan perubahan iklim, Universitas Mercu Buana menggerakan program kontribusi masyarakat penting di Kota Tangerang, Jumat (05/06/26).

Demikian lewat kerja sama erat pada Kelompok Wanita Tani Cempaka Asri di Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Universitas Mercu Buana sukses membangun fasilitas modern berupa Groundwater Tank yang terhubung dalam rancangan Smart Rain Garden.

Kemudian, Ketua KWT Cempaka Asri Nyimas Tri Dewi menerangkan, sesudah mendapat pendampingan oleh pihak akademisi UMB serta pelatihan metode perawatan tanaman dari DLH Kota Tangerang, kapasitas anggota KWT untuk mengelola pertanian urban sekarang meningkat drastis.

“Kami mendapatkan ilmu baru mengenai teknologi pertanian dan manajemen air. Tanggapan seluruh anggota sangat baik dan kami berterima kasih kepada UMB serta DLH,” terangnya.

Juga program yang melibatkan sosialisasi intensif terhadap sekitar 53 warga itu ikut menggandeng Program Kampung Iklim setempat. Keberadaan GWT berbasis Smart Rain Garden tersebut diinginkan tak menjadi sekadar proyek sesaat, melainkan aset jangka panjang yang dijaga bersama secara mandiri.

“Harapannya, KWT Cempaka Asri bisa semakin mandiri. Hasil panen sayur-sayuran segar ini nantinya tidak hanya dikonsumsi sendiri, melainkan dapat diperjualbelikan di lingkungan warga, seperti saat arisan atau kegiatan PKK, guna menambah pemasukan kas dan membantu perekonomian rumah tangga,” ungkapnya.

Selain itu, Dosen Pembimbing dari Universitas Mercu Buana Dr. Ir. Uly Amrina mengungkapkan, kesuksesan program tersebut menjadi kerja sama antarakademisi, pemerintah serta masyarakat.

“Konsep yang kami usung berfokus pada manajemen air berkelanjutan. Saat musim hujan tiba, limpasan air hujan ditampung secara optimal untuk mencegah banjir lokal atau luapan air di pemukiman. Di musim panas, air yang tersimpan di dalam tandon bawah tanah tersebut dialirkan kembali untuk menyiram tanaman penunjang pangan di atasnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Dr. Ir. Uly Amrina menyatakan, proyek itu berkualitas karena menyatukan teknologi cerdas berupa Smart Rain Garden bersensor pintar pada atas area tandon air bawah tanah itu.

“Sensor ini mampu mendeteksi tingkat kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman, sehingga proses penyiraman vegetasi KWT berjalan sangat efisien dan terukur tanpa membuang pasokan air secara percuma,” ungkapnya.

Sumber: tangerangkota.go.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *