Terancam Hilangnya 10 Pekerjaan Dalam Kurun 4 Tahun Lagi Simak Daftarnya!

Teman Tangerang pasar tenaga kerja global diperkirakan hendak alami perubahan besar untuk empat tahun ke depan. Laporan terbaru World Economic memperkirakan adanya pertumbuhan pekerjaan secara global sampai 14% di 2030, tetapi sekitar 8% pekerjaan juga memprediksi bakal hilang diakibatkan disrupsi teknologi serta perubahan struktur ekonomi.

Demikian WEF menilai transformasi tersebut tak bisa dihindari, pertama seiring pesatnya adopsi digitalisasi otomatisasi pada berbagai sektor. Meskipun secara bersih peluang kerja masih bertambah, jutaan pekerjaan risiko kehilangan jika tak bisa beradaptasi dalam tuntutan keterampilan baru.

“Pengembangan keterampilan akan menjadi faktor penentu untuk membantu pekerja bertransisi ke peran-peran baru yang dibentuk oleh permintaan pasar tenaga kerja yang terus berkembang,” tulis WEF dalam laporannya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Juga laporan dikutip Gulf News sebut di 2030 kurang lebih 39% keterampilan inti pekerja diperkirakan bakal berubah. Kondisi tersebut ditegaskan pentingnya terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan pelatihan ulang supaya tenaga kerja terus relevan pada tengah perubahan yang cepat.

Hasil dari laporan itu juga disoroti pertumbuhan akses digital selaku salah satu tren makro paling transformatif. Akses digital meramalkan terciptanya kurang lebih 19 juta pekerjaan baru sampai 2030 meskipun di saat yang sama digantikan lebih kurang 9 juta pekerjaan lama. Sehingga, kecerdasan buatan AI serta prosesnya data diperkirakan hendak hasilkan 11 juta peran baru tapi juga bergesernya kurang lebih 9 juta peran yang ada.

“Adaptasi terhadap teknologi, termasuk AI generatif, menjadi sangat penting karena bahkan bidang kreatif seperti desain grafis mulai mengalami gangguan signifikan,” ungkap WEF dalam laporannya

Tambahan WEF sebarkan daftar pekerjaan yang diramalkan hendak alami penurunan permintaan paling tajam untuk beberapa tahun ke depan. Di antaranya 10 pekerjaan yang berpotensi hilang diakibatkan rendahnya peminat:

  1. Petugas pos
  2. Teller bank dan petugas terkait
  3. Petugas entri data
  4. Kasir dan petugas tiket
  5. Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif
  6. Pekerja percetakan dan pekerjaan terkait
  7. Petugas akuntansi, pembukuan, dan penggajian
  8. Petugas pencatatan material dan penyimpanan stok
  9. Petugas transportasi dan kondektur
  10. Pekerja penjualan keliling dan pedagang kaki lima

Secara keseluruhan, WEF tegaskan turunya peminat di profesi itu pertama didorong dari otomatisasi, sehingga luasnya sistem pembayaran digital, dan pertumbuhan teknologi swalayan. Tanpa langkah strategis oleh pemerintah, dunia usaha, serta tenaga kerja sendiri, disrupsi tersebut berpotensi besarnya kesenjangan ketarmpilan pada pasar tenaga kerja global.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.