Teman Tangerang seorang wanita bernama Nur Afni, warga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, dicurigakan jadi Pekerja Migran Indonesia nonprosedural (ilegal) yang minta dipulangkan ke Indonesia sesudah dijebak pada agen penyaluran di Arab Saudi.
Juga berdasar informasi yang dihimpun, bahwa Nur Afni diberangkatkan seorang oknum penyalur tenaga kerja berinisial Y. Yang dimana, di November 2025 kemarin, dia diterbangkan asal daerah Surabaya, Jawa Timur. Meskipun, dengan pemberangkatan melewati jalur tidak resmi.
Demikian kondisi Nur Afni sedang keadaan yang tidak sehat atau sakit, yang mengakibatkan tidak bisa bekerja serta ditelantarkan kepada oknum agen penyaluran tenaga kerja itu. Dalam adanya kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang, melewati Dinas Tenaga Kerja bahwa benar seorang wanita bernama Nur Afni Afriyanti berupa warganya di Pakuhaji.
Selanjutnya, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja melewati Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Iis Kurniati, di Tangerang, Selasa menyatakan Nur Afni yang bekerja di Arab Saudi memastikan secara ilegal.
“Saat kita telusuri di data, dia itu tidak ada namanya, ini berarti kan kalau tidak ada di data kita indikasinya dia itu berangkat ilegal. Dia berangkat secara ilegal pada 2025,” jelasnya. Iis menuturkan, hasil keterangan dari pihak keluarganya, jika Nur Afni sebelum berangkat ke Arab Saudi sudah dalam kondisi sakit. Tetapi, dia memaksakan untuk pergi bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Kalau legal itu kan dia di tes kesehatan. Kalau tes kesehatannya dia sakit pasti enggak bisa berangkat, tapi kalau ini dia paksa berangkat walaupun sakit. Saat di sana (Arab Saudi) dia enggak bisa kerja dan sekarang permintaannya ingin dipulangkan,” terangnya.
Pada akhirnya, selaku penanganan awal, di saat sekarang pihaknya telusuri secara mendalam pada keberadaan oknum agen penyalur tenaga kerja yang memberangkatkan Nur Afni Afriyanti selaku PMI ilegal. Namun, pihaknya juga sudah berkoordinasi ke BP3MI serta Kementerian terkait dengan lakukan guna pemulangan.
“Kita lagi cari sponsornya untuk dimintai pertanggung jawabannya. Kita telah bersurat ke Kementerian Luar Negeri dan ke BP3MI, untuk memfasilitasi pemulangannya,” kata dia.



