PVMBG mengungkapkan Gunungapi Anak Krakatau masih level siaga masyarakat dilarang berkegiatan di radius 5 km dan pulau baru

staradio5G – Teman Tangerang, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana yaitu (PVMB) mengungkapkan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih level III atau siaga. Masyarakat diajak dengan tak berkegiatan untuk radius 5 km, serta mendekati pulau baru pada sekitar Gunung Anak Krakatau. Di laporan PVMBG, pada pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB, disampaikan Gunung Anak Krakatau terlihat jelas. Asap kawah terlihat secara kasat mata berwarna putih dengan tingkat secara umum tipis sampai sedang dengan tinggi 10-50 m di atas puncak kawah. Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau mendata sebanyak 28 kali kegempaan, yakni kegempaan hembusan sebanyak 16 kali dalam durasi 22 hingga 190 detik, kegempaan hybrid atau fase banyak enam kali untuk durasi 7 sampai 12 detik, beserta kegempaan vulkanik dangkal sebanyak enam kali dengan durasi sembilan hingga 17 detik, Minggu (11/10/2026).

“Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-42 mm (dominan 15 mm). Keterangan lain, Kegempaan Fluktuatif di dominasi gempa Hembusan dan Tremor Menerus,” tulis Pengamat Gunung Api Muhammad Dika Nurzaman dalam laporannya.

Kemudian, PVMBG menyatakan, rekomendasi kepada masyarakat supaya tak diperbolehkan memasuki atau beraktivitas pada sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” katanya.

Selanjutnya, masyarakat dilarang dengan berkegiatan pada pulau baru yang diduga terbentuk oleh karena erupsi terus menerus pada 4 hingga 6 September 2026.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau,” katanya.

Juga masyarakat diminta dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava, dan kemungkinan erupsi tambahan yang ditimbulkan dari interaksi panas lava.

“Baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” katanya.

Pada akhirnya, masyarakat pada wilayah pantai Provinsi Banten serta Lampung diminta untuk harap tenang dan jangan mempercayai masalah-masalah tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang bakal menyebabkan tsunami, dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa dalam tetap mengikuti arahan BPBD setempat.

Sumber: news.detik.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *