staradio5G – Teman Tangerang, Pemerintah Kabupaten yaitu (Pemkab) Tangerang, melewati Badan Penanggulangan Bencana Daerah yakni (BPBD) setempat sedang memperkuat pencegahan kebencanaan untuk menghadapi musim hujan secara penuh atau kategori masa perpindahan yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2026. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyatakan, pemerintah daerah sudah mematangkan bermacam langkah pencegahan serta penguatan fasilitas dengan mencegah risiko bencana hidrometeorologi itu, Rabu (14/10/26).
“Mitigasinya, kita sudah melakukan pemetaan. Kita sudah membuat Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada,” katanya.
Kemudian, Achmad Taufik menerangkan, melewati pemetaan wilayah rawan bencana sudah disusun secara akademis pada penyusunan dokumen pembahasan risiko bencana. Di mana, terdapat kemungkinan bencana banjir yang mencakup hampir 70 persen wilayah di Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan, kawasan utara Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah yang paling mudah terkena dampak banjir. Meskipun demikian, sebagian wilayah lain seperti Sepatan, Kelapa Dua, Cisauk, sampai Curug juga ikut kemungkinan terdampak banjir apabila terjadi peningkatan debit air di aliran Sungai Cisadane dari aliran permukaan hujan lokal dari daerah pendukung.
“Utara itu lebih rentan dengan banjir, tetapi wilayah seperti Kelapa Dua dan Sepatan juga berpotensi terdampak jika Sungai Cisadane meluap. Kondisi ini sangat bergantung pada curah hujan dan kiriman debit air dari wilayah Bogor,” terangnya.
Selanjutnya, Taufik mengungkapkan, dalam situasi ketidakpastian cuaca serta perkembangan alam sekarang, pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan adaptasi strategi pencegahan di lapangan untuk berkaca di bentuk kejadian kebencanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Pada pertengahan 2025 perahu yang kita miliki hanya sekitar empat atau lima unit. Saat ini sudah ada lebih dari 25 unit perahu karet dan 25 unit perahu fiber,” paparnya.
Pada akhirnya, BPBD Kabupaten Tangerang sekarang sudah meningkatkan pemenuhan logistik serta rombongan kendaraan penanggulangan bencana secara bertahap dengan memaksimalkan penyelamatan kebencanaan. Peralatan penyelamatan itu, ia sebut sudah dikirimkan secara penuh ke pos pemadam kebakaran yakni (Damkar) yang tersebar pada 14 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
“Selain perahu evakuasi, BPBD juga menyiagakan mesin pompa penyedot air portabel untuk menguras genangan di pemukiman padat maupun fasilitas publik seperti pondok pesantren, serta mendistribusikan 15 unit tenda pengungsian skala besar dan kecil,” kata dia.
Sumber: banten.antaranews.com




