NATO diserang oleh Rusia penyebab permintaan baru Ukraina perihal pertahanan udara?

staradio5G – Teman Tangerang, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Rabu (02/09) menyatakan, Rusia menjadi “semakin nekat,” merujuk di peningkatan jumlah pesawat nirawak yaitu drone serta rudal yang melintasi wilayah udara sekutu dan meningkatnya kegiatan jahat yang menargetkan wilayah NATO, Jumat (04/09/26).

“Rusia semakin nekat seiring berlanjutnya perang mengerikan mereka melawan Ukraina. Kami melihat semakin banyak drone dan rudal yang masuk ke wilayah udara kami di sepanjang sisi timur, yang menciptakan risiko lebih besar,” ujar Rutte dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, dilansir Anadolu.

Kemudian, Rutte menerangkan, NATO serta Uni Eropa yaitu UE bekerja “siang-malam” untuk melindungi penduduk mereka dari ancaman yang selalu meningkat. Dia juga menyoroti apa yang disebutnya selaku kegiatan jahat yang secara langsung menargetkan wilayah NATO, termasuk kebakaran yang diduga sengaja dijalankan di pabrik-pabrik pembuat peralatan pertahanan bagi Ukraina dan “serangan hibrida” Rusia di Leipzig, Jerman.

“Bahaya yang ditimbulkan Rusia sudah jelas,” kata Rutte, sembari menepis anggapan bahwa tindakan Moskow dapat memecah belah sekutu NATO atau melemahkan dukungan mereka terhadap Ukraina.

Selanjutnya, Von der Leyen menegaskan, Jerman sudah mengenali bahwa Rusia selaku pihak di balik usaha serangan kepada pesawat kargo pada Bandara Leipzig/Halle menggunakan bahan berstandar militer.

“Kami tidak akan menoleransinya. Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan Jerman,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Komisi Eropa menekankan, UE siap memperketat sanksi kepada Rusia beserta menutup celah yang dimanfaatkan dari Moskow. Dia menyampaikan, UE sudah menerima permintaan baru oleh Ukraina senilai beberapa miliar euro dengan mendukung pertahanan udara, termasuk sistem Patriot yang canggih, dan mengatakan negara-negara anggota tengah mempertimbangkan permintaan ini. Pernyataan mereka muncul sesudah Jerman yakni hari Selasa (01/09), menyalahkan Rusia dari usaha serangan drone di Bandara Leipzig bulan lalu. Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt menuturkan, para intelijen menemukan rencana itu disusun oleh badan intelijen Rusia serta dijalankan dari pelaku lapangan tingkat rendah.

Secara keseluruhan, Bandara Leipzig merupakan pusat kargo penting serta titik perbekalan utama dengan angkutan militer, termasuk penerbangan pesawat Antonov milik Ukraina. Rusia sudah membantah tuduhan mengenai pembunuhan, penyusupan, penerobosan wilayah udara dari drone, serta aktivitas mata-mata pada negara-negara sekutu Ukraina, dan menuduh pemerintah Barat memicu “paranoia anti-Rusia.”

Sumber: rctiplus.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *