Minyak dunia turun US$108 per barel setelah Trump beri kelonggaran sanksi ke Rusia

staradio5G – Teman Tangerang, harga minyak dunia turun sesudah Presiden Amerika Serikat yaitu (AS) Donald Trump memberikan kelonggaran terhadap sanksi serta tarif untuk Rusia. Kebijakan itu kemungkinan meningkatkan ekspor bahan bakar Rusia. Mengutip Reuters, harga minyak mentah berkala merek Brent turun US$1,43 atau 1,30 persen menjadi US$108,43 per barel. Dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate yakni (WTI) AS berada di level US$100,88 per barel usai turun 53 sen atau 0,52 persen. Jumat (16/10), Trump menandatangani perintah keputusan presiden untuk memberikan pengecualian terhadap sebagian sanksi serta tarif utama berdasarkan Undang-undang yang dikenal selaku Graham Act, Senin (19/10/26).

Demikian UU itu diteken Trump bulan lalu dari desakan sebagian anggota parlemen yang ingin menekan Moskow terkait perang di Ukraina. Langkah itu diambil sesudah Trump mencapai kesepakatan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengekspor solar ke AS. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan, tindakan AS tersebut bakal merugikan Ukraina. dampaknya, harga minyak mentah Brent sempat menyentuh US$110 per barel hari Jumat (16/10), untuk pertama kalinya sedari Mei.

Kemudian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan, Trump bakal menggunakan waktu sampai 60 hari untuk menilai dampak ekonomi dari pemberian kelonggaran itu. Di sisi lain, ketegangan serta ancaman keamanan di Timur Tengah menyebabkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran dan mengetatnya ketersediaan energi global. Serangan yang semakin mendalam terhadap kapal-kapal perdagangan memangkas tajam aliran minyak mentah dari kawasan Teluk. Berdasarkan rata-rata tujuh hari di minggu lalu, aliran minyak turun menjadi sekitar 8,5 juta barel per hari, oleh lebih dari 20 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.

Pada akhirnya, Angka itu berdasarkan catatan perusahaan analitik Kpler hari Jumat, (16/10). Perusahaan tersebut menambahkan bahwa sedikitnya 10 peristiwa yang melibatkan kapal perdagangan sudah dibenarkan terjadi sepanjang minggu lalu. Perkembangan terbaru juga kemungkinan meningkatkan memanasnya perang di Timur Tengah. Mesir mengungkapkan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan serta keseimbangannya dari kelompok Houthi Yaman.

Sumber: cnnindonesia.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *