Mahasiswi Sumatera Barat tertipu beli tiket bus di TikTok Polresta Bandara belikan tiket pulang ke 7 mahasiswi

staradio5G – Teman Tangerang, tujuh orang mahasiswi asal Sumatera Barat sempat sengsara di Bandara Soekarno-Hatta sesudah ditipu tiket bus di TikTok. Ketujuh mahasiswi ini sudah pulang ke kampung halamannya setelah dibelikan tiket bus dari Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Ketujuh mahasiswi ini awalnya datang ke Bandara Soekarno-Hatta untuk kembali pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumatera Barat, Senin (07/09) lalu. Tapi erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan perjalanan Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sehingga para mahasiswi ini gagal terbang, Rabu (09/09/26).

Demikian sedang di kondisi ini, mereka lalu memutuskan membeli tiket perjalanan bus yang diambilnya lewat akun TikTok. Tapi, sesudah mentransfer uang Rp 5,8 juta, pihak yang menjual tiket tersebut tak kunjung memberikan kejelasan kapan mereka bakal berangkat serta WhatsApp korban pun diblokir. Dengan kondisi kebingungan, mereka lantas pergi ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk melaporkan kejadian itu. Respons awal yang dijalankan Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta memberikan pelayanan terhadap para mahasiswi ini.

Selanjutnya, sambil menunggu proses pengembalian uang tiket pesawat, polisi kemudian memfasilitasi ketujuh mahasiswa ini dengan menginap di Ruang Pelayanan Khusus di Polresta Bandara Soetta demi keamanan ketujuh korban itu. Polisi juga membantu membelikan tiket bus bagi ketujuh korban. Di hari Selasa (08/09) pagi, polisi mengantarkan mereka ke Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Wisnu Wardana mengungkapkan langkah yang dijalankan Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta merupakan bentuk respons kepolisian dengan memberikan pelayanan serta membantu masyarakat yang mengalami kendala pada kawasan bandara, khususnya untuk situasi ketika terjadi gangguan kepada perjalanan udara.

“Kami berupaya memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang mengalami kendala selama berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, personel kami akan berupaya mencari solusi sesuai kewenangan dan kondisi yang ada,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Kemudian, Kasatreskrim Polresta Banddara Soetta Kompol Muhammad Esha menyatakan, ketujuh mahasiswi dari perguruan tinggi di Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami kendala perjalanan pulang ke Padang sesudah penerbangan mereka terdampak penutupan perjalanan akibat abu vulkanik, sedari Senin (07/09).

“Ketujuh mahasiswi tersebut sebelumnya hendak melakukan perjalanan udara menuju Padang menggunakan salah satu maskapai,” kata Kompol Esha.

Secara keseluruhan, mereka kemudian memutuskan berangkat ke Padang via darat dalam mencari tiket bus. Sehingga mereka menemukan sebuah akun TikTok yang menjual tiket bus serta berkomunikasi lewat WhatsApp. Para korban ini kemudian menjalankan transfer bertotal Rp5,8 juta dengan pemesanan tiket perjalanan. Tapi, sesudah pembayaran dijalankan, pihak yang menawarkan tiket itu tak memberikan kejelasan mengenai keberangkatan. Sesudah itu, pelaku diduga memblokir nomor WhatsApp korban. Merasa dirugikan, ketujuh mahasiswi itu kemudian mendatangi Polresta Bandara Soekarno-Hatta dengan meminta bantuan Satreskrim.

“Untuk dugaan penipuannya masih kami lakukan penyelidikan,” pungkas Esha.

Sumber: news.detik.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *