Teman Tangerang Kantor Wilayah Bea Cukai Banten catat realisasi penerimaan kepabeanan serta cukai mencapai Rp975,48 miliar sampai 31 Januari 2026, atau setara 5,64 persen oleh target tahunan pada Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara sebanyak Rp17,29 triliun, Sabtu (28/02/26).
Selanjutnya, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menerangkan, capaian itu terdiri dari tiga komponen utama yaitu bea masuk, cukai serta bea keluar.
“Penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp722,69 miliar. Capaian ini dipengaruhi oleh dinamika penurunan importasi pada komoditas biji kakao, makanan olahan, kimia dasar organik, kapal laut, hingga mesin untuk keperluan umum,” ujarnya.
Demikian sektor cukai menyumbang sebesar Rp251,10 miliar. Sehingga Hengky, realisasi tersebut didorong dari kenaikan target yang signifikan pada tahun 2026.
Juga pelekatan pita cukai di Januari masih gunakan pemesanan tahun 2025, ditambah adanya penurunan produksi di beberapa pabrik minuman yang mengandung etil alkohol.
Selain itu, untuk sektor bea keluar, realisasi tercatat capai Rp1,68 miliar. Nilai itu sangat dipengaruhi dari fluktuasi harga komoditas global, terkhusus kelapa sawit serta produk turunan pengolahannya.
Pada akhirnya, Hengky menjelaskan kinerja neraca perdagangan Banten di periode Januari 2026. Nilai ekspor tercatat sebanyak 1,62 miliar dolar AS, sedangkan nilai impor capai 2,19 miliar dolar AS.
“Penurunan nilai ekspor dipengaruhi oleh komoditas perhiasan, mesin keperluan khusus, serta pesawat udara. Di sisi lain, penurunan nilai importasi didominasi oleh hasil minyak, peralatan komunikasi, dan logam dasar mulia,” ujarnya.
Sumber: banten.antaranews.com




