staradio5G – Teman Tangerang Anggota DPR RI Komisi XI Habib Idrus Salim Al Jufri mengingatkan pemimpin serta organisasi yang bertahan dalam cara lama yang sedang di situasi yang selalu berubah, berisiko tertinggal dari zaman. Peringatan ini disampaikannya untuk forum Kembara (Kemah Bela Negara) 2026 yang diadakan DPD PKS Kabupaten Tangerang pada Gunung Malang, Serang, Jumat (07/08/26).
Demikian berbicara di hadapan ratusan kader PKS, Habib Idrus membahas tiga dimensi kepemimpinan yang menurutnya harus berjalan beriringan: kinerja, pelayanan serta kemampuan menembus perubahan. Oleh ketiganya, dia menaruh perhatian khusus di kesiapan pemimpin menghadapi perubahan.
Kemudian, Habib Idrus mengungkapkan, menawarkan kerangka tiga tahap untuk mengelola perubahan organisasi, yaitu unfreeze, change, dan refreeze. Tahap pertama menuntut kesadaran bahwa cara lama telah tak lagi ampuh. Tahap berikutnya dijalankan lewat adopsi teknologi, tata cara modern serta pembaruan. Adapun tahap akhir yakni mewujudkan perubahan ini menjadi budaya kerja baru yang diterapkan secara tetap.
“Pemimpin harus memastikan seluruh tim memahami arah dan tujuan, sekaligus memiliki indikator kinerja yang terukur,” kata Habib Idrus, menekankan bahwa kinerja tanpa arah yang jelas hanya akan menghasilkan kerja tanpa hasil.
Selanjutnya, kinerja tinggi tanpa sentuhan pelayanan, berisiko melahirkan hasil yang kehilangan nilai kemusiaan, sebagaimana pelayanan diluar kinerja hanya berhenti di niat baik. Maka dari itu, dia mendukung lahirnya pemimpin yang berani menjadi pelopor perubahan, tak sekadar pengelola keadaan sekarang.
Pada akhirnya, Habib Idrus menutup materinya untuk mengajak kader Kembara 2026 memaknai kepemimpinan selaku jalan menghadirkan kebermanfaatan yang berkelanjutan, mewariskan sistem yang selalu bekerja serta manusia yang selalu berdaya, tak sekadar simbol kekuasaan.
Sumber: fraksi.pks.id




