Teman Tangerang Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia Provinsi Banten gelar kegiatan Coaching Clinic Manajemen Risiko Pendaki Gunung yang bertempat pada SMKN 2 Tangerang. Kegiatan tersebut jadi langkah strategis untuk perkuat budaya keselamatan dan tingkatkan kapasitas teknis para pendaki, terkhusus pada kalangan pelajar serta komunitas muda, Minggu (01/03/26).
Demikian acara itu dihadiri dari perwakilan komunitas pendaki dan pengurus AOPGI Kota Tangerang yang turut dukung penuh perkuatan manajemen risiko untuk aktivitas pendakian gunung.
Selanjutnya, Deni Ahmad Fanani, Ketua AOPGI Provinsi Banten menekankan, kegiatan tersebut berupa bagian oleh agenda pembinaan berkelanjutan dengan menekan angka kecelakaan pendaki serta membangun standar keselamatan yang lebih terstruktur pada wilayah Banten.
“Kami melihat tren pendakian semakin meningkat setiap tahun. Namun peningkatan ini harus diiringi dengan kesadaran dan kompetensi dalam manajemen risiko. Coaching clinic ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari upaya membentuk pola pikir pendaki yang lebih disiplin, terencana, dan bertanggung jawab,” ujar Deni.
Kemudian, Ketua AOPGI Kota Tangerang, Achmad Bustomi mengatakan, pelaksanaan kegiatan pada lingkungan sekolah jadi momen penting untuk membangun kesadaran keselamatan sedari usia muda.
“Pendakian gunung bukan hanya tentang menaklukkan puncak, tetapi bagaimana memastikan setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang. Edukasi manajemen risiko harus dimulai dari perencanaan, kesiapan fisik, penguasaan peralatan, hingga kemampuan menghadapi kondisi darurat,” tegas Bustomi.
Selain itu, Bustomi melanjutkan, AOPGI Kota Tangerang hendak menindaklanjuti kegiatan tersebut dalam program pembinaan lokal, termasuk pelatihan rutin serta simulasi evakuasi, demi pastikan komunitas pendaki di Kota Tangerang miliki standar keselamatan yang jelas dan terukur.
Secara keseluruhan, melewati sinergi antarAOPGI Provinsi Banten serta AOPGI Kota Tangerang, berharap menciptakan ekosistem pendakian yang lebih profesional, edukatif dan bisa meminimalkan risiko kecelakaan pada alam terbuka.
Sumber: salakanews.com




