staradio5G – Teman Tangerang, Gedung Saudi Aramco di Riyadh rusak akibat jatuhnya serpihan peluru. Serangan Houthi itu dibenarkan dari seorang pejabat kementerian. Dilansir Al-Jazeera, seorang pejabat pada Kementerian Energi menyatakan, sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Riyadh terkena serangan. Peristiwa itu menyebabkan jatuhnya serpihan proyektil yang mengakibatkan kerusakan ringan di bangunan tersebut. Pejabat itu menerangkan, tak ada laporan mengenai korban luka ataupun korban jiwa, Minggu (08/11/26).
Juga pihak berkuasa terkait “segera merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan”. Sebelumnya, Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya pada ibu kotanya, Riyadh. Peringatan tersebut muncul terkait ancaman serangan dari kelompok Houthi. Dilansir Al-Jazeera, Minggu (08/11), peringatan tersebut berlaku beberapa menit. Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian mencabut peringatan mengenai kemungkinan bahaya di Riyadh.
Pada akhirnya, pihak berkuasa Saudi tetap mengajak masyarakat sepenuhnya menghindari berkumpul secara kelompok ataupun mengambil foto. Sementara di hari Minggu (08/11), kantor berita Saba yang diurus Houthi, melaporkan setidaknya 33 orang tewas serta 39 lainnya terluka untuk peristiwa tersebut di hari Sabtu (07/11). Itu merupakan salah satu serangan paling mematikan yang dilaporkan sedari pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok yang bergabung bersama Iran itu kembali pecah di bulan Juli.
Sumber: news.detik.com




