staradio5G – Teman Tangerang, pabrik kipas angin pada kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ludes terbakar sedari siang. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah yaitu (BPBD) Kabupaten Tangerang membutuhkan waktu sampai 16 jam untuk mengendalikan kobaran api yang menghanguskan sejumlah besar bangunan tiga lantai itu. Berdasarkan pemeriksaan awal pada lokasi kejadian, api berawal muncul dari area lantai dua bangunan. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengungkapkan, korsleting listrik diduga merupakan penyebab utama kebakaran, Jumat (06/11/26).
“Informasinya, di lantai dua ada korsleting listrik di gudangnya baling-baling,” kata Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026).
Demikian pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan serta pencarian lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Juga kebakaran yang terjadi sedari Jumat sekitar pukul 12.00 WIB tersebut baru sukses dikendalikan hari Sabtu (07/11) pukul 04.00 WIB. Tahapan pemadaman berlangsung sekitar 16 jam karena besarnya kobaran api serta tingginya risiko bangunan ambruk. Kerusakan terparah terjadi pada lantai dua serta tiga sampai menyebabkan struktur bangunan ambruk. Runtuhan dari lantai atas bahkan menutup jalan utama menuju lantai dasar.
“Sebagian besar sudah padam sejak dini hari… Dari bangunan tiga lantai itu sudah banyak yang runtuh,” ujar Taufik.
Kemudian, tahapan pemadaman menghadapi sebagian kendala pada lapangan. Selain risiko bangunan ambruk yang membuat personel tak bisa melakukan pemadaman secara langsung pada titik api, lokasi api yang tertutup runtuhan sisa bangunan juga cukup sulit dihampiri. Selain itu, lokasi sumber air yang cenderung jauh sempat menghambat petugas sepanjang tahapan pemadaman. Beruntung, ketersediaan mobil tangki milik perusahaan membantu menyediakan kebutuhan air selama operasi berlangsung.
Selanjutnya, BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan total 52 personel dalam 10 unit kendaraan pemadam kebakaran. Sesudah pemadaman utama di Sabtu pagi, petugas tetap disiagakan pada lokasi untuk melakukan pemeriksaan teliti atau pendinginan yakni (cooling down) dan menyiram sisa-sisa bara api yang tersembunyi pada bawah puing-puing bangunan.
Secara keseluruhan, BPBD memastikan tak ada korban jiwa ataupun luka-luka untuk peristiwa itu. Seluruh pekerja serta warga sekitar dilaporkan selamat. Dengan mencegah kemungkinan perambatan api ke area sekitar, petugas sempat menyiagakan satu sampai dua unit mobil pemadam kebakaran serta tangki air pada batas permukiman warga. Hasilnya, area permukiman di sekitar pabrik dipastikan aman serta tak terdampak.
“Alhamdulillah permukiman warga tidak ada yang terdampak,” tutur Taufik.
Sumber: megapolitan.kompas.com




