Iran kembali tawarkan 7 syarat ke Amerika Serikat sebelum kembali buka Selat Hormuz

staradio5G – Teman Tangerang, Iran menawarkan tujuh syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat sebelum negara itu bersedia membuka kembali Selat Hormuz serta memulai perundingan damai, Sabtu (31/10). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyatakan, secara teliti tujuh persyaratan itu dalam percakapan, Senin (02/11/26).

Kemudian, Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei mengungkapkan, tujuh persyaratan itu sudah ditetapkan sedari September. Tapi, di saat itu dia hanya mengungkapkan sebagian tuntutan. Di September, Rezaei mengajak penghentian blokade/pengepungan angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan campur tangan AS untuk urusan dalam negeri Iran, termasuk kerja samanya dalam “para penentang revolusi kami”. Rezaei menekankan, Iran tak bakal membuka kembali Selat Hormuz ataupun kembali ke meja perundingan sebelum tujuh syarat itu dipenuhi.

“Kita tidak akan kembali ke diplomasi masa lalu, tetapi kita juga tidak sepenuhnya meninggalkan diplomasi,” kata Rezaei dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ISNA.

Selanjutnya, Rezaei menerangkan, Iran “tidak lagi tertarik pada perjanjian yang satu-satunya jaminannya adalah itikad baik politik.” Dia menambahkan, pilihan Iran adalah “de eskalasi”. Tapi, ia memperingatkan kemampuan Iran justru bakal semakin kuat jika AS terus memperpanjang perang. Walaupun “ini bukanlah yang diinginkan Teheran”. Rezaei juga mengancam, Iran bakal menggunakan kemampuan baru untuk menyerang aset-aset AS pada kawasan apabila perang berlanjut. Target yang disebutnya termasuk kabel serta fasilitas kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, dia akui pengepungan berkepanjangan bakal memberikan dampak buruk untuk Iran. Ia mengakui pihak yang menganggap negaranya tak akan terdampak “bersikap tidak realistis”. Rezaei juga menegaskan, Iran sudah “menargetkan lima kapal milik penyelundup setiap malam selama dua hingga tiga bulan terakhir,” lapor Anadolu. Ketegangan antara Iran dengan AS serta Israel meningkat sesudah kedua negara melancarkan perang terhadap Teheran di 28 Februari. Iran kemudian membalas dalam meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak/drone ke sebagian wilayah di Timur Tengah.

Pada akhirnya, Konflik itu menyebabkan Selat Hormuz tertutup secara berhasil. Selat itu menjadi jalur utama dalam pengiriman energi global. Sebelumnya, AS serta Iran menandatangani nota kesepahaman di Juni dengan membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian akhir. Tapi, tahapan itu gagal akibat perselisihan kedua pihak mengenai pengaturan pelayaran pada Selat Hormuz.

Berikut tujuh syarat Iran untuk berunding terhadap AS:

  1. Mencabut sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran setelah nota kesepahaman (MoU) Islamabad gagal pada Juli
  2. Mengurangi kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah
  3. Mengaktifkan kembali pengecualian impor minyak yang diberikan pada Juni sebagai bagian dari MoU
  4. Membebaskan dana Iran yang dibekukan, termasuk dana yang disimpan di Qatar
  5. Secara resmi mengakui rute pelayaran baru di Selat Hormuz, yang ditetapkan oleh Iran dan Oman, serta menutup seluruh rute lainnya
  6. Mengakhiri perang di seluruh front, terutama serangan Israel terhadap Lebanon
  7. Menyerukan penghentian blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut

Sumber: cnnindonesia.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *