Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang menyempurnakan rencana pembangunan pertanian gabungan di Ciangir Kabupaten Tangerang

staradio5G – Teman Tangerang, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemkab Tangerang menyempurnakan rencana pembangunan kawasan pertanian terpadu di Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/10). Pembahasan berfokus di kepastian status lahan, perizinan, serta kesiapan pembangunan untuk pertemuan resmi yang melibatkan jajaran Pemprov DKI Jakarta dan Perumda Dharma Jaya, Kamis (22/10/26).

Kemudian, Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Biro Kerja Sama Daerah Setda DKI Jakarta, Tonny Depriyana menyatakan, rencana itu menjadi tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang sudah bekerja sama dengan Gubernur Banten, Andra Soni serta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Dia menginginkan, kerja sama antardaerah itu memberikan manfaat untuk kedua pihak, terutama masyarakat sekitar melewati pengembangan kawasan beserta penguatan ketahanan pangan.

“Besar harapan Pak Gubernur, kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah ini tentu saling menguntungkan dan berdampak baik bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitar di Kabupaten Tangerang,” ujarnya, Kamis (22/10).

Selanjutnya, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menerangkan, kawasan itu berencana dilengkapi fasilitas penggemukan sapi berkapasitas 4.000 ekor, rumah potong hewan yakni (RPH) dalam kapasitas pemotongan sampai 100 ekor per hari, dan gudang pendingin atau (cold storage). Proyek itu diinginkan memperkuat ketersediaan daging sapi untuk Jakarta, Kabupaten Tangerang, dan Banten sekaligus membuka kesempatan kerja untuk sekitar 100–200 tenaga kerja lokal. Selain fasilitas penting, Dharma Jaya merencakan melibatkan masyarakat untuk penyediaan pakan ternak. Sebagian fasilitas pendukung juga disiapkan, seperti wisma karyawan beserta area wisata pada sekitar danau, termasuk kesempatan pembangunan restoran terapung yang bisa melibatkan warga setempat.

“Nanti danau ini juga bisa kita bangun seperti restoran terapung dan segala macam. Nanti tentunya kita akan mengutamakan penduduk-penduduk lokal kalau misalnya mau berpartisipasi,” imbuhnya.

Demikian dharma Jaya menargetkan tahapan pemberkasan, perizinan, serta pelelangan dimulai di November 2026. Peletakan batu pertama direncanakan pada Desember 2026 sesudah seluruh persyaratan terpenuhi. Teruntuk, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Tangerang, Firzada Mahalli menegaskan, berdasarkan data tata ruang yang disampaikan untuk rapat resmi masih terdapat lahan yang berstatus Lahan Baku Sawah yaitu (LBS). Sehingga, Pemkab Tangerang meminta Pemprov DKI bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional yakni (ATR/BPN) dengan memastikan status lahan sebelum tahapan pemanfaatan dilanjutkan.

Pada akhirnya, Firzada juga mengingatkan pentingnya persiapan sistem pengurusan limbah sedari tahap perencanaan dalam instalasi pengolahan air limbah yakni (IPAL) demi mencegah pencemaran, bau, serta gangguan terhadap warga sekitar. Menurutnya, pengembangan kawasan itu kemungkinan membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat. Tapi, seluruh tahapan pembangunan harus konsisten memenuhi ketentuan yang berlaku dan mengacu di kesepakatan kedua pemerintah daerah.

“Ini sebenarnya sangat bermanfaat buat warga sekitarnya. Karena ini potensi untuk menciptakan lapangan tenaga kerja yang baru buat warga masyarakat sekitarnya. Ini juga perlu kita apresiasi. Tapi tentunya juga dengan ketentuan dan aturan yang memang harus kita jalani ya,” tandasnya.

Sumber: m.beritajakarta.id

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *