Kecamatan Periuk paling banyak terjadinya kebakaran selama 3 bulan BPBD: penyebab utamanya adalah manusia

staradio5G – Teman Tangerang, Wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, tercatat selaku salah satu kawasan yang mudah kena diterjang musibah kebakaran, Selasa (29/09). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah yaitu (BPBD) Kota Tangerang, Kecamatan Periuk tetap masuk dalam daftar lokasi kejadian kebakaran terbanyak sepanjang tiga bulan berturut-turut, sedari pertengahan tahun sampai September 2026, Rabu (30/09/26).

“Di Kecamatan Pinang dan Periuk,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (29/9/2026).

Demikian tingginya kemunculan kebakaran pada kawasan itu disebabkan dari cuaca ekstrem yang sedang di puncak musim kemarau yang membuat kondisi lingkungan sangat kering, bercampur maraknya kegiatan pembakaran sampah serta tumbuhan liar.

Adapun, rincian kejadian kebakaran yang membawa Kecamatan Periuk tercatat selaku berikut:

  • Juli 2026: Terjadi 73 kejadian kebakaran di Kota Tangerang, dengan lokasi terbanyak terkonsentrasi di Kecamatan Periuk sebanyak 10 kali dan Pinang sebanyak 14 kebakaran.
  • Agustus 2026: Terjadi 65 kejadian kebakaran di tingkat kota, yang didominasi oleh wilayah Kecamatan Periuk dengan total 8 kejadian.
  • September 2026 (hingga 28 September): Tercatat 40 kali pemadaman kebakaran secara keseluruhan di Kota Tangerang.

“Sampai dengan 28 September, pemadaman kebakaran dilakukan sebanyak 40 kali,” kata Mahdiar.

Juga jumlah total angka spesifik per wilayah dalam bulan September masih dengan tahapan pendataan, Kecamatan Periuk serta Pinang kembali dipastikan selaku dua wilayah yang paling banyak. Mahdiar sebut, kondisi cuaca yang sangat panas serta kering mempercepat penyebaran titik api, dalam kecerobohan manusia menjadi penyebab pentingnya.

“Bakar sampah dan alang-alang paling banyak,” tuturnya.

Pada akhirnya, melihat tingginya kemungkinan bahaya kebakaran yang terus berulang pada Kecamatan Periuk, warga diajak dengan menghentikan kebiasaan membakar sampah serta tak membuang puntung rokok sembarangan demi meminimalkan risiko timbulnya titik api baru.

Sumber: megapolitan.kompas.com

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *