staradio5G – Teman Tangerang, Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia yaitu (GKPI) Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang sempat diserbu warga, sekarang dipastikan tak lagi digunakan selaku tempat ibadah. Kondisi itu membuat jemaah belum memiliki kepastian mengenai lokasi ibadah dalam sementara waktu. Untuk ibadah Minggu (27/09/26), jemaah bakal beribadah di rumah masing-masing. Hal itu disampaikan Penatua Rumah Doa GKPI, Surya Sarjono Lumban Gaol, di saat membenarkan mengenai lokasi pelaksanaan ibadah Minggu sekarang.
“Di rumah jemaat,” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu (26/9/2026).
Demikian keputusan itu diambil sesudah tata cara kerja pengalihan ibadah sementara ke GKPI Pasar Kemis dibatalkan dari pimpinan jemaah. Sementara itu, tahapan pencarian serta penetapan lokasi ibadah pengganti yang difasilitasi pemerintah daerah masih berlangsung. Surya mengungkapkan, jemaat masih menunggu perkembangan mengenai pemindahan tempat dan kepastian tempat ibadah yang baru. Terkait perkembangan terbaru, Surya memperkirakan informasi mengenai lokasi ibadah pengganti baru bisa diketahui di minggu awal.
“Belum, mungkin hari Senin kali perkembangannya,” katanya.
Secara keseluruhan, bahwa sebelumnya diberitakan, akitivitas ibadah di Rumah Doa GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dibubarkan oleh sekelompok masyarakat pada Minggu (20/09). Dalam video yang beredar pada media sosial, beberapa orang terlihat mendatangi lokasi ketika jemaah tengah beribadah. Salah seorang pria terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam. Polisi kemudian mengamankan situasi serta mempertemukan pihak gereja bersama warga untuk musyawarah. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkapkan, kedua pihak akhirnya setuju berdamai serta tak memperpanjang persoalan itu ke jalur hukum.
Sumber: megapolitan.kompas.com




