staradio5G – Teman Tangerang, beban baru yang diberikan Amerika Serikat yakni (AS) ke Iran yaitu dengan secara tiba-tiba AS mengumumkan penutupan semua maskapai Iran Rabu, 23 September. Pernyataan “semena-mena” itu disampaikan Menteri Keuangan Scott Bessent Senin waktu Washington. Melansir AFP, Selasa (22/09/26), itu merupakan sanksi baru yang diberikan pemerintahan Trump.
“Pada tanggal 23 September semua maskapai penerbangan Iran akan ditutup di seluruh dunia,” kata Bessent kepada CNBC International dalam sebuah wawancara ketika perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel mendekati tujuh bulan.
“Jika mereka mendarat, Anda tidak bisa memberi mereka bahan bakar, Anda tidak bisa memberi mereka layanan pendaratan, Anda tidak bisa menjual tiket kepada mereka atau Anda akan tersingkir dari sistem dolar,” tambahnya.
Demikian sebelumnya, ancaman penutupan maskapai diutarakan Bessent, sehingga langkah itu menyusul ancaman “Hari-H Ekonomi” serta janji dengan mencekik Teheran secara keuangan. Meski belum berlaku, Senin lalu, Georgia melarang maskapai penerbangan Iran memasuki wilayahnya. Bahkan Turki, maskapai penerbangan Iran, Mahan Air, menunda layanan dari permintaan pemerintah Ankara. Sementara itu, dua sumber Irak menyatakan Baghdad juga bakal menunda penerbangan maskapai Iran yang kemudian menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS. Departemen Keuangan juga menargetkan “dukungan” terhadap sektor penerbangan Iran, termasuk perusahaan-perusahaan yang berbasis di luar Iran.
Juga AS serta Iran sudah berperang sedari akhir Februari, ketika serangan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi republik Islam itu serta para pejabat senior militer di awal serangan yang luas. Teheran membalas dengan memblokir Selat Hormuz, jalur perairan penting bagi transit energi, yang menyebabkan harga minyak global meningkat seiring meluasnya konflik pada Timur Tengah.
Secara keseluruhan, komentar Bessent muncul sehari sesudah dia bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Keduanya menjalankan pembicaraan ekonomi yang menaruh dasar untuk pertemuan puncak Presiden Donald Trump di hari Kamis itu dengan Presiden China Xi Jinping. China yakni salah satu mitra ekonomi dan pendukung diplomatik utama Iran. Sebenarnya, sektor penerbangan Iran sudah lama berjuang dalam sanksi yang membatasi kemampuannya dengan mendapatkan pesawat, suku cadang, serta layanan pemeliharaan.
Sumber: cnbcindonesia.com




