staradio5G – Teman Tangerang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang siapkan perluasan program pembinaan ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan untuk pelajar dengan memperkuat karakter generasi muda. Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi mengungkapkan, program ini perlu diberikan sedari usia sekolah karena pelajar merupakan generasi penerus pembangunan bangsa, Kamis (17/09/26).
“Pelajar tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga karakter dan wawasan kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat,” kata Wawan.
Demikian program ini dijalankan Kesbangpol dalam bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan didukung Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri lewat Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan. Di tahap awal, aktivitas dijalankan pada Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada awal minggu ini yang melibatkan 80 peserta yang terdiri dari perwakilan pelajar SMP negeri serta swasta dan guru.
Kemudian, Wawan menyatakan, aktivitas ini merupakan ruang edukasi untuk pelajar dengan memahami nilai-nilai Pancasila, karakter kebangsaan, dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menerangkan, kegiatan itu juga membantu pelajar memahami nilai kebangsaan secara lebih dekat serta sesuai untuk kondisi yang mereka hadapi. Terlebih, perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat generasi muda semakin mudah menerima informasi dari bermacam sumber.
“Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya informasi, anak-anak kita perlu memiliki karakter yang kuat. Mereka harus mampu menyaring informasi, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Pada akhirnya, dia menginginkan pembinaan ideologi, karakter, dan wawasan kebangsaan bisa dijalankan secara berkelanjutan dalam melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah, dan bermacam bagian masyarakat.
“Kolaborasi diperlukan agar pendidikan karakter tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wawan.
Sumber: banten.antaranews.com




