staradio5G – Teman Tangerang, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yaitu DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Golkar, Zamaludin, secara tegas meminta percepatan perwujudan pembangunan penambahan ruang kelas di SD Negeri 3 Pondok Bahar. Perjuangan itu diserukannya guna mengatasi kekurangan fasilitas belajar yang masih dirasakan dari para siswa pada sekolah ini. Usulan ini dia sampaikan, di rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dab Belanja Daerah yaitu APBD Perubahan 2026 Kota Tangerang, Selasa (15/09), yang diadakan dari Badan Anggaran yakni Banggar DPRD kota Tanggerang, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Puspemkot Tangerang, Rabu (16/09/26).
Kemudian, tokoh politik yang akrab disapa Bang Haji Zamal itu menerangkan, usulan ini menjadi hasil aspirasi langsung dari Daerah Pemilihan yakni Dapil 3 yang termasuk wilayah Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, serta Larangan. Sekarang, tahapan pengajuan itu masih lewat pembahasan serta tarik ulur pada tingkat Badan Anggaran yaitu Banggar DPRD Kota Tangerang. Dia mendukung supaya usulan penting itu mampu masuk serta diketok untuk kesempatan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan atau APBD-P Tahun 2026. Untuk masuk ke dalam Anggaran Biaya Tambahan antara lain ABT tahun 2026, Zamaludin yakin jika kesepakatan tercapai, proyek penambahan ruang kelas tersebut bisa langsung diwujudkan dalam waktu dekat.
”Ini menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya para pelajar di Kota Tangerang. Fasilitas pendidikan yang memadai adalah hak dasar anak-anak kita untuk belajar dengan nyaman,” kata Zamal.
Demikian untuk rancangan usulannya, penambahan fasilitas itu direncanakan berupa pembangunan ruang kelas baru yaitu RKB dalam gambaran umum bertingkat (dua lantai atas dan bawah) yang memanfaatkan lahan kosong di antara bangunan gedung yang telah ada. Dia menilai, dari sisi penganggaran, proyek pembangunan tersebut tak memerlukan alokasi dana raksasa layaknya proyek infrastruktur skala besar bernilai miliaran rupiah. Dalam perkiraan nilai proyek berkisar antara Rp200 juta sampai di bawah Rp300 juta, Zamal yakin pembangunan ini sangat masuk akal serta dapat segera dijalankan tahun 2026 jika anggaran ABT disetujui.
”Masa iya untuk infrastruktur yang nilainya miliaran bisa, sedangkan untuk pembangunan ruang kelas bertingkat yang nilainya di bawah Rp300 juta ini harus tersendat. Ini kan skalanya kecil tapi dampaknya sangat besar bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar,” tegas Zamal.
Secara keseluruhan, lewat posisi serta kewenangannya pada legislatif, dia menginginkan rekan sesama anggota dewan dan pihak-pihak terkait pada lingkungan Pemkot Tangerang bisa bekerja sama serta satu suara memperjuangkan alokasi anggaran ini guna masa depan pendidikan anak-anak di Kota Tangerang.
Sumber: beritatangerang.id




