staradio5G – Teman Tangerang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah yaitu BPBD Kabupaten Tangerang, mendata sejumlah 25 wilayah kecamatan pada daerah itu masuk dalam status awas bencana kekeringan atas dampak kemarau ekstrem tahun 2026. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menerangkan, status awas bencana kekeringan ditetapkan pemerintah daerah dari kemungkinan Hari Tanpa Hujan yakni HTH yang bakal berlangsung 60 hari dan diperkirakan memiliki curah hujan yang sangat rendah, Selasa (15/09/26).
“Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, total saat ini ada 25 kecamatan itu enggak ada hujan,” katanya.
Kemudian, Achmad Taufik mengungkapkan, status kebencanaan itu berlaku sedari peringatan awal yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yakni BMKG di Dasarian II September 2026, yaitu 11 sampai 20 September 2026. Di mana berdasarkan data dari total 29 kecamatan didapat 25 wilayah yang memasuki status awas kekeringan termasuk Kecamatan Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, dan Legok.
“Sejak dibuat prakiraan oleh BMKG, selesai sih harapan secepatnya,” ucapnya.
Juga wilayah lainnya termasuk, kecamatan Mauk Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga serta Tigaraksa.
“Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis, paling sekitaran Tigaraksa. Tapi kan itu yang terbanyak jumlah kekeringan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Taufik menyatakan, terdapat 73 desa atau kelurahan dari 25 Kecamatan yang terdampak kekeringan sedari periode 1 Juli sampai 12 September 2026. Total warga terdampak mencapai 62.076 jiwa dari 23.430 kepala keluarga yaitu KK. Meski demikian, dengan menangani dampak kekeringan ini, pihaknya sudah memberikan air bersih berjumlah 330 kali pengiriman ke 178 titik yang terdampak.
”Untuk kebakaran dan suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama, terutama suplai air bisa dibantu oleh PDAM, PMI, bahkan pihak swasta. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas baru kita akan lakukan siaga bencana,” kata dia.
Sumber: banten.antaranews.com




