staradio5G – Teman Tangerang, ancaman akibat kegiatan Gunung Anak Krakatau membuat Pemerintah Kabupaten yaitu Pemkab Tangerang memperkuat kesiapsiagaan lintas bidang. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meminta seluruh pihak Forkopimda serta perangkat daerah tak berjalan sendiri-sendiri untuk menghadapi kemungkinan bencana. Instruksi ini disampaikan Maesyal di saat memimpin rapat kerja sama penanganan darurat bencana serta pencegahan kegiatan Gunung Anak Krakatau pada Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (10/09/26).
“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Maesyal, Rabu (09/09).
Kemudian, Bupati Tangerang meminta seluruh perangkat daerah serta pihak Forkopimda selalu melihat perkembangan kegiatan Gunung Anak Krakatau. Kesiapan personel serta fasilitas pendukung pada wilayah masing-masing juga harus menjamin. Tapi, kesiapsiagaan tak cukup berhenti di rapat kerja sama. Pemerintah daerah dituntut menjamin setiap instruksi benar-benar berjalan di lapangan, yang terpenting ketika masyarakat menghadapi kemungkinan terkena abu vulkanik. Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sudah memberikan masker ke Puskesmas, masyarakat, serta sebagian tempat umum. Ketersediaan masker pada apotek, minimarket, serta supermarket juga dijamin masih mencukupi.
“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.
Demikian BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja serta pihak terkait diminta aktif menjalankan penyiraman jalan. Langkah ini juga diarahkan bagi mencegah kemungkinan kebakaran lahan serta semak-semak kering. Penyiraman rutin ikut dijalankan pada area TPA dengan mencegah kebakaran akibat kondisi cuaca kering. Pada sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sudah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh teruntuk sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak.
Secara keseluruhan, TNI serta Polri bersama perangkat daerah selalu menjalankan sosialisasi terhadap masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan lewat piket harian. Maesyal menekankan, seluruh sektor harus bergerak bersama supaya penanganan bencana beserta penyampaian informasi terhadap masyarakat tak terlambat.
“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.
Sumber; kabar6.com




