staradio5G – Teman Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terhadap 500 ribu pekerja rentan dalam pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang. Program ini merupakan salah satu capaian yang dibicarakan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, Kabupaten Tangerang mencatat coverage BPJS Ketenagakerjaan sebesar 69,17 persen, yang disebut merupakan capaian tertinggi di Provinsi Banten. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Muhyidin memuji Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, Sekretaris Daerah, Dinas Tenaga Kerja, dan organisasi perangkat daerah yang dinilai berperan untuk meningkatkan ke pesertaan pekerja, Rabu (09/09/26).
Demikian berdasarkan data Sakernas, jumlah pekerja di Kabupaten Tangerang mencapai 1.548.584 orang. Dari jumlah ini, sekitar 477.495 pekerja masih perlu didukung supaya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan mencapai coverage 100 persen. Muhyidin menyatakan perlindungan kepada 500 ribu pekerja rawan ini disebut selaku pembagian perlindungan pekerja rentan tingkat kabupaten/kota terbesar di Indonesia.
“Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah perlindungan terhadap 500 ribu pekerja rentan yang pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang. Jumlah tersebut disebut sebagai alokasi perlindungan pekerja rentan tingkat kabupaten/kota terbesar di Indonesia,” kata Muhyidin, Selasa.
Kemudian, Muhyidin menerangkan, program ini dinilai merupakan salah satu praktik baik untuk perlindungan pekerja rentan serta sudah menjadi perhatian sebagian daerah lain selaku bahan pembelajaran. Dengan meningkatkan coverage, BPJS Ketenagakerjaan menyiapkan empat cara, yaitu memperkuat lingkungan desa, menyasar pekerja di pasar serta ruko, memperluas ke pesertaan di jalur pemberian perusahaan skala besar, dan mengembangkan gerakan kepedulian lewat program Sertakan. Melewati program itu, perusahaan, ASN, ataupun masyarakat umum bisa terlibat untuk membiayai perlindungan pekerja rentan pada lingkungan sekitar, seperti asisten rumah tangga, marbot masjid, beserta pedagang kaki lima.
Pada akhirnya, sampai 31 Agustus, BPJS Ketenagakerjaan sudah membayarkan klaim Jaminan Kematian yakni JKM sebesar Rp106 miliar bagi 4.277 kasus kematian di Kabupaten Tangerang. BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan beasiswa pendidikan terhadap 2.097 anak peserta yang meninggal dunia. Total nilai beasiswa itu mencapai Rp7,5 miliar. Beasiswa diberikan secara berkelanjutan, dimulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.
“Kami berkomitmen menjaga pengelolaan dana jaminan sosial secara hati-hati dan kredibel agar manfaat program dapat terus dirasakan pekerja maupun ahli waris,” pungkas nya.
Sumber: banten.antaranews.com




