staradio5G – Teman Tangerang, Pekan Olahraga Provinsi yaitu Porprov Banten ke VII diadakan November 2026. Kota Tangerang Selatan yakni Tangsel sebagai tuan rumah dianggap belum siap karena sampai sekarang masih terjebak seputar penentuan lapangan pertandingan atau tempat. Pandangan di atas disampaikan sebagian pengurus cabang olahraga yang cemas. Anggaran yang menjadi tulang punggung penyelenggara turnamen disebut belum selesai, Rabu (02/09/26).
“Harusnya sekarang kita fokus ke latihan. Sarpras (sarana dan prasarana) udah kelar,” ungkap Burhan, minta namanya disamarkan kepada kabar6.com dikutip Rabu (2/9/2026).
Kemudian, Burhan menerangkan, sampai sekarang peralatan pertandingan sampai kaus tim belum tersedia. Sementara daerah lainnya telah dijanjikan atlet peraih medali langsung dapat bonus. Hal senada diungkapkan Kosasih, bahwa pengurus cabang olahraga lainnya di Kota Tangsel, persiapan yang dilihatnya serba mendadak mempengaruhi konsentrasi atlet ataupun pengurus.
“Tangsel apes. Kebagian jadi tuan rumah Porprov Banten pas lagi efisiensi anggaran,” ujarnya sambil tersenyum kecut.
Selanjutnya, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan akui awalnya terjadi kesalahan administrasi pada tingkat dinas pemuda dan olahraga terkait penyerahan surat perintah pencairan dana. Porprov sekarang kita telah di tengah tahap pematangan RAB yakni Rencana Anggaran Belanja.
“Karena dari KONI Provinsi Banten meminta segera mereka bisa metransfer hibah,” terangnya.
Secara keseluruhan, Pilar pastikan dua hari itu KONI Banten bersama utusan khusus, bakal survei lokasi-lokasi pertandingan atau tempat. Pematangan lokasi pertandingan ditargetkan minggu ini selesai. Dia menyatakan, dalam dekat pihaknya juga hendak bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan yaitu BPKP terkait masalah administrasi agar tak ada salah. Dana hibah Rp12 miliar ini untuk kebutuhan KONI serta para cabor, persiapan sengaja masih ditahan.
“12 miliar lagi kami tahan sampai pengSPJ-an ini selesai. Dalam waktu dekat minggu ini semua cabor dikumpulkan oleh Dispora dan juga KONI supaya pengSPJ-an selesai agar tahap berikutnya bisa dilakukan pencairan. Tertib administrasi,” tegas Pilar Saga.
Sumber: kabar6.com




