StarRadio5G – Teman Tangerang Iran menyindir Amerika Serikat soal ancaman serangan. Iran menyatakan bahwa AS berbicara soal peningkatan di media namun pada saluran resmi meminta negosiasi, Minggu (02/08/26).
Kemudian, Seorang anggota parlemen senior Iran dan juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, Hassan Ghashghavi Parlemen menerangkan, bahwa terlepas oleh bagaimana perang berlangsung, lalu lintas pada Selat Hormuz bakal dikelola dari Teheran.
“Di media, mereka berbicara tentang eskalasi, sementara melalui saluran yang ada mereka menuntut negosiasi,” kata Ghashghavi dilansir Al-Jazeera, Minggu (2/8/2026).
“Mereka tidak dapat menipu Republik Islam Iran. Baik dengan eskalasi atau negosiasi, pengaturan Iran untuk jalur melalui Selat Hormuz adalah satu-satunya pilihan yang tersedia,” tuturnya.
Selanjutnya, Majidreza Hariri, Presiden Kamar Dagang dan Industri Iran-China mengungkapkan, Washington tak memiliki “keberanian” dalam menargetkan infrastruktur energi negara ini.
“Mereka tidak memiliki keberanian untuk melaksanakannya karena ketahanan Iran jauh lebih besar daripada negara-negara di kawasan ini dalam menghadapi penghancuran infrastruktur,” kata Hariri dalam sebuah unggahan di X.
Secara keseluruhan, Jaringan listrik Iran dilaporkan selaku salah satu yang paling tersebar luas di dunia serta mencakup sampai 150 pembangkit listrik pada seluruh negeri. Ukuran jaringan yang luas itu membuatnya jauh lebih sulit dengan menyebabkan pemadaman listrik nasional lewat serangan udara.
Sumber: news.detik.com




