Teman Tangerang – Puluhan anak yatim, dhuafa, beserta sebagian ibu rumah tangga dari Desa Kronjo datangi Markas Kepolisian Sektor Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (25/03/26). Kedatangan warga tersebut tujuannya sampaikan aspirasi tentang rencana penutupan loket tiket resmi pada kawasan wisata religi Pulau Cangkir.
Demikian aksi itu viral pada media sosial. Dengan orasinya warga akui merasa resah dikarenakan sepanjang ini sejumlah besar pendapatan oleh hasil penjualan tiket masuk dikelola dalam membiayai santunan rutin untuk anak yatim serta warga tak mampu pada wilayah tersebut.
“Kami khawatir, jika loket tiket ditutup dan tidak ada pemasukan resmi, dari mana sumber dana untuk santunan anak-anak yatim di sini?” ujar salah satu perwakilan warga di lokasi.
Juga menurut mereka keberadaan tiket wisata tidak sekadar retribusi masuk, namun jaring pengaman sosial yang bermanfaat langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan. Penutupan akses tiket berkhawatir hendak putus rantai bantuan yang sepanjang ini jadi sandaran hidup untuk puluhan keluarga pada Desa Kronjo.
Selain itu, merespons aspirasi itu, pihak kepolisian bersama jajaran pemerintah tingkat desa serta kecamatan langsung adakan rapat koordinasi pada Aula Kantor Kecamatan Kronjo.
Pada akhirnya, rapat itu dihadiri pihak Polsek Kronjo, Pemerintah Desa dan perwakilan Pemerintah Kecamatan dengan dicarikan solusi jalan tengah tentang legalitas serta tata kelola tiket masuk wisata Pulau Cangkir, supaya terus bisa berikan manfaat untuk kesejahteraan sosial masyarakat sekitar, sehingga tak melanggar aturan yang berlaku.
Sumber: news.fin.co.id




