Teman Tangerang tim relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Tangerang, Banten, terus bantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.
Dalam berbekal perahu karet tim relawan menyisir pemukiman serta warga yang masih bertahan di kondisi terendam banjir.
“Kita konsentrasi di beberapa titik kecamatan, diantaranya Kronjo, Sukamulya, Kresek dan Kemeri, dimana pada onspot banjir wilayah ini masih membutuhkan pertolongan dan evakuasi serta bantuan logistik bagi para warga terdampak banjir,” jelas Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang Suparji Rustam di Tangerang, Senin.
Selanjutnya, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Tangerang Suparji Rustam mengatakan, selama kegiatan, tim relawan mendapat berbagai alasan yang telah disampaikan oleh warga yaitu saat hendak di evakuasi dimulai dari masalah hewan peliharaan serta peralatan dan perabot rumah tangga dengan beralasan sayang kalau di tinggal mengungsi.
Kemudian, Suparji Rustam menyatakan, sesuai instruksi Ketua PMI Soma Atmaja, petugas harus bisa melayani rakyat pada jejaring tingkatan, dengan membantu korban yang terdampak banjir.
“Upaya evakuasi terhadap warga yang menjadi korban banjir terus di lakukan tim relawan Palang Merah Indonesia PMI Kabupaten Tangerang. Di Kecamatan Suka Mulya dan Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, tanpa mengenal lelah para relawan berjibaku dengan banjir untuk membantu warga segera di evakuasi ke lokasi aman,” ungkapnya.
Selain itu, Suparji menerangkan, teruntuk Desa Legok Kecamatan Kemeri di dapat 540 Kepala Keluarga di 4 Rukun Tangga yang terdampak banjir, yakni RT 10, 11, 12 serta 14 dengan ketinggian rata-rata 30 sampai 160 cm yang masih merendam pemukiman warga.
Selain berdasar hasil asesmen di lapangan banjir yang telah merendam pemukiman warga akibat curah hujan tinggi selama kurun beberapa hari, sehingga ditambah luapan Sungai Cipasilian.
“Ironisnya sungai ini terhubung dengan kecamatan Kemiri, Sukamulya dan Kronjo, jadi dampak terasa di wilayah-wilayah tersebut,” ucapnya.
Terutama, PMI juga mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak banjir, guna kebutuhan darurat warga dapat dipenuhi selama banjir.
“Pendistribusian seperti makanan, mie instan, beras dan telor juga kita serahkan ke pengurus RT dan RW untuk di kelola secara swadaya,” paparnya
Sebagai tambahan, Rustam akui menangani penanggulangan bencana harus di lakukan bersama seluruh stakeholder serta tidak bisa berdiri masing-masing yang kemudian komparasi penanganan menjadi cepat serta efektif.
“PMI bersama elemen relawan lain seperti BPBD, Tagana Serta tim dari ornamen kemasyarakatan lainnya bersiaga di lokasi kejadian untuk membantu warga,” kata dia. Rustan bilang, untuk di Desa Legok Kecamatan Kemeri terdapat 540 Kepala Keluarga di 4 Rukun Tangga terdampak Banjir, diantaranya RT 10, 11, 12 dan 14 banjir dengan ketinggian 30 hingga 160 sentimeter masih merendam pemukiman warga.




